Motto Santri :

Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilallahdi
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Jumat, 30 April 2010

Alasanmu yang Tak Bisa Ku Pahami

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Alasanmu yang Tak Bisa Ku Pahami

Para Pembaca, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan hidayah ilmu dan hidayah amal kepada kita. Satu hal yang sering kita saksikan bersama, bahkan pernah mungkin diantara kita ada yang mengatakannya ketika datang seorang yang mengajaknya untuk mempelajari agama islam ini dengan serius serta menerapkannya lalu kemudian dengan mudahnya seseorang yang di ajak tersebut mengatakan, “Nantilah jika hidayah itu memang datang maka aku akan mengikutinya”. Atau mirip dengan hal yang semisal bahkan hal ini tak kalah sering kita dapatkan di kala seorang muslimah yang telah menggunakan hijab/jilbab yang benar mengajak temannya untuk mengenakan hijab/jilbab yang benar kamudian serta merta lidah orang yang di ajak mengatakan, “Hati saya belum terpanggil untuk mengenakan jilbab yang benar”. Maka untuk orang yang mengatakan hal yang demikian ku goreskan pena untukmu wahai saudaraku sesama islam, saudaraku yang sama-sama menginginkan surga.

Sebelum ku ajak kau wahai saudaraku untuk masuk ke dalam inti masalah yang akan kusampaikan padamu, maka aku memandang perlu bahkan sangat perlu untuk kusampaikan firman Allah ‘azza wa jalla yang termaktub dalam kitabNya Al Qur’an yang Mulia untuk kuutarakan maksudku dalam tulisan ini bukanlah untuk mengguruimu apa lagi mencercamu melainkan untuk menerapkan apa yang Allah wajibkan pada kita agar tak tergolong menjadi orang-orang yang merugi,

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .

“Demi masa. Sesungguhnya seluruh manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beramal sholeh dan saling menginginkan kebaikan dalam kebenaran dan saling menginginkan kebaikan dalam kesabaran”. (QS : Al ‘Ashr [103] :1-3).

Maka inilah yang menjadi pendorongku untuk melakukan hal ini Saudaraku. Setelah ini kau pahami maka aku takkan berpanjang lebar karena aku kira kita sudah sama-sama tahu bahwa menuntut ilmu itu wajib[1] dan memakai pakaian yang benar itu adalah suatu yang pasti benarnya dalam agama islam. Akan tetapi yang ingin aku sampaikan kepadamu adalah apa yang kau jadikan alasan itu adalah alasan yang tidak beralasan sama sekali dan alasan yang terlalu jauh dari apa yang dikatakan Allah ‘Azza wa Jalla dalam kitabNya, alasan yang terlalu muluk dan terlalu lemah untuk dijadikan alasan, wahai saudaraku tidaklah ku katakan demikian berdasarkan hawa nafsuku dan akal pikiranku semata melainkan apa yang Allah ‘Azza wa Jalla katakana dalam kitab yang sama-sama kita baca,

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Maka ketika hati-hati mereka berpaling maka Allah akan palingkan hati-hati mereka, dan Allah tidaklah memberikan hidayahNya kepada orang-orang yang fasik” (QS : Ash Shof [61] :5).

Syaikh Abdur Rohman bin Nashir As Sadiy rohimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat ini,

“Yang dimaksud dengan firman Allah (فَلَمَّا زَاغُوا) adalah ketika mereka berpaling dari kebanaran dengan maksud yang ada di hati mereka, maka (أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ) Allah palingkan hati-hati mereka sebagai hukuman bagi mereka karena penyimpangan hati mereka yang mereka pilih untuk diri mereka, ridho/rela terhadap penyimpangan tersebut, sehingga Allah tidak akan memberikan kepada mereka hidayah karena mereka tidaklah layak mendapatkan hidayah kepada kebenaran tersebut dan mereka tidaklah menginginkan kebaikan melainkan yang mereka inginkan adalah kesesatan”.

selanjutnya silakan lihat di http://alhijroh.co.cc/fiqih-tazkiyatun-nafs/alasanmu-yang-tak-bisa-ku-pahami/

Tidak ada komentar: