Motto Santri :

Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilallahdi

Sabtu, 06 September 2008

Maktabah Abu Salma al-Atsari

Beginilah Seharusnya Seorang Muslim Di Bulan
Ramadhan!!!

Kaum Muslimin yang berbahagia, tamu yang agung telah datang mengunjungi
kita, dia datang hanya sekali dalam setahun, dia senantiasa ditunggu-tunggu
oleh hamba-hamba-Nya yang mukmin, yang kedatangannya akan
menenangkan jiwa-jiwa manusia, yang kedatangannya akan membawa
berkah dari Rabb semesta alam, dan kedatangannya penuh dengan
kemuliaan dan keutamaan. Anda semua telah mengenalnya wahai kaum
muslimin yang berbahagia, dia tiada lain dan tiada bukan adalah bulan
Ramadhan.
Dialah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, bulan yang syaithansyaithan
dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga
dibuka, serta dialah bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qodar, yang
apabila seorang hamba beribadah di malam itu lebih baik dari seribu bulan.
Segala puji bagi Alloh yang telah mengizinkan kita semua bersua dengan
bulan ini.
Wahai kaum muslimin, marilah kita jadikan bulan ramadhan kita ini sebagai
bulan terakhir kita, seakan-akan kita tidak akan menjumpainya lagi tahun
depan. Marilah kita isi bulan ini dengan amalan-amalan yang berguna,
karena Nabi yang mulia ‘alaihi Sholatu wa Salam telah bersabda :
 ر  ب  صائِمٍ  حظُّه مِ  ن صِيامِهِ ا ُ لج  و  ع  والع َ ط  ش (صحيح, رواه أحمد وابن ماجه و الدارمي والبيهقي عن سعيد المقبري عن
أبي هريرة)
“Berapa banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan rasa haus
dan lapar belaka.” (Shohih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ad-
Darimi dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Maqburi dari Abu Hurairoh).
Sungguh benar sabda nabi di atas karena beginilah mayoritas kaum muslimin
saat ini, yang perutnya berpuasa dari makan dan minum, namun matanya,
telinganya, lisannya dan hatinya tidak turut berpuasa. Mereka masih gemar
berkata kotor, berdusta, mencaci maki, memandang yang haram,
mendengarkan yang haram dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya.
Wahai kaum muslimin yang berbahagia, sungguh indah ucapan Al-Hafidh
Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullahu yang berkata di dalam Fathul Bari
(I/31) : “Bulan ramadhan adalah musim kebajikan, dikarenakan nikmat
Alloh atas hamba-hambanya di bulan ini berlipat ganda dibanding bulanbulan
lainnya.” Oleh karena itu wahai kaum muslimin, beginilah seharusnya
seorang mukmin itu di dalam bulan ramadhan :

Pertama, Berpuasa.
Ini merupakan kewajiban dan termasuk bagian rukun Islam. Makna berpuasa
adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkannya mulai dari
waktu terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.
Wahai hamba Alloh, sungguh besar sekali ganjaran orang yang melakukan
puasa, sebagaimana dalam sabda nabi :
م  ن  صام  رم  ضا َ ن إِي  مانا  وا  حتِ  سبا ُ غفِر َله ما تَق  دم مِ  ن َذنبهِ (متفق عليه)
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap
pahala maka niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaihi).
Di dalam hadits-hadits lainnya yang shohih, sangat besar sekali keutamaan
orang yang berpuasa, diantaranya adalah :
1. puasa itu adalah perisai
2. Puasa dapat memasukkan seorang hamba ke dalam surga
3. Orang yang berpuasa akan diberi pahala yang tak terhitung
4. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu
gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Alloh
5. Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi dari kesturi
6. Puasa akan memberikan syafa’at bagi pelakunya
7. Puasa dapat menjadi penebus segala dosa-dosanya, dan
8. Bagi orang yang berpuasa dijanjikan masuk surga melalui pintu yang
bernama ar-Royyan. Maha suci Alloh yang telah menjadikan kita
sebagai orang-orang yang berpuasa.
Kedua, Qiyamul lail (Sholat Tarawih berjama’ah).
Termasuk sunnah Nabi yang mulia adalah melaksanakan sholat tarawih
berjama’ah, menghidupkan malam-malam ramadhan bersama-sama kaum
muslimin lainnya, sehingga dapat lebih mengikat tali persaudaraan dan
silaturrahim, membuahkan rasa cinta dan itsar (memiliki kepedulian)
terhadap saudara muslim sehingga dapat menyuburkan benih-benih
persatuan Islam.
Rasulullah Shollollohu 'alaihi wa Salam bersabda :
م  ن ََقام  رم  ضا َ ن إِي  مانا  وا  حتِ  سبا ُ غفِر َله ما تَق  دم مِ  ن َذنبِهِ (متفق عليه)
“Barangsiapa sholat malam pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan
dan mengharap pahala maka niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”
(Muttafaq ‘alaihi).
Ketiga, Memperbanyak sedekah.

Sesungguhnya Nabi yang mulia ‘alaihi sholatu wa salam adalah orang yang
paling gemar bersedekah terutama di bulan ramadhan. Demikian pula para
sahabat beliau dan para salaful ummah.
Keempat, Memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa.
Nabi Shollollohu 'alaihi wa Salam sangat menganjurkan untuk memberi
makan kepada orang yang berpuasa, karena yang demikian ini mengandung
pahala yang besar dan kebaikan yang berlimpah. Rasulullah Shollollohu
'alaihi wa Salam bersabda :
م  ن َفطَّر  صائِ  ما َ كا َ ن َله مِْث ُ ل َأ  جرِهِ َ غي ر َأنه َ لا ينُق  ص مِ  ن َأ  جرِ ال  صائِمِ  شيًئا (رواه أحمد و الترمذي)
“Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya
pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa tersebut, tanpa
mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR Ahmad dan
Turmudzi)
Kelima, Membaca Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, di dalamnya diturunkan Al-Qur’an
sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :
ش  هر  رم  ضا َ ن الَّذِي ُأنزِ َ ل فِيهِ الُق  رآ ُ ن  ه  دى لِلناسِ  وبيناتٍ مِ  ن ا ُ له  دى  والُف  رَقانِ
“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (QS Al-Baqoroh : 185)
Bahkan Jibril ‘alahi Salam setiap malam datang mengajarkan Al-Qur’an
kepada Nabi. Sungguh, Al-Qur’an akan menjadi pemberi syafa’at pada hari
kiamat bagi para pembacanya, sebagaimana sabda Nabi Shollollohu 'alaihi
wa Salam :
اِْقرُأوا الُق  رآ َ ن ََفإِنه يْأتِي ي  وم القِيامةِ  شفِيعا لأَ  ص  حابِهِ (رواه مسلم عن أبي أمامة)
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai
pemberi syafa’at bagi pembacanya.” (HR Muslim dari Abu Umamah)
Keenam, Umroh
Umroh pada bulan Ramadhan sangat besar sekali keutamaanya, sebagaimana
sabda Nabi yang mulia alaihi Sholatu wa Salam :
 ع  مرُة فِ  ي  رم  ضا َ ن ت  عدِ ُ ل  ح  جًة معِ  ي (متفق عليه)

“Berumroh pada bulan Ramadhan sepadan dengan haji bersamaku”
(Muttafaq ‘alaihi) baik pada awal maupun pertengahan Ramadhan. Tidak
ada pengkhususan tentang lebih utamanya sepuluh hari akhir di dalam
berumroh. Maka hendaknya hal ini diperhatikan.
Ketujuh, Mencari malam Lailatul Qodar.
Sesungguhnya beribadah pada malam Lailatul Qodar pahalanya sama dengan
beribadah selama seribu bulan. Maka hendaknya seorang muslim harus
bersegera menyingsingkan lengan bajunya untuk menyambut malam yang
penuh berkah ini. Karena Nabi yang mulia ‘alaihi Sholatu wa Salam
bersabda :
م  ن ََقام َليَلَة الَق  درِ إِي  مانا  وا  حتِ  سبا ُ غفِر َله ما تَق  دم مِ  ن َذنبهِ (متفق عليه)
“Barangsiapa sholat pada malam Lailatul Qodar dengan penuh keimanan
dan mengharap pahala maka niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”
(Muttafaq ‘alaihi) Yaitu pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari
terakhir.
Wahai hamba Alloh apabila seorang hamba beribadah pada malam Lailatul
Qodar, maka hendaknya dia mengucapkan :
اللَّ  ه  م إِن  ك  عُف و تحِ  ب الع ْ ف  و َفا  ع  ف  عني (رواه الترمذي وابن ماجه)
“Ya Alloh sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mencintai Ma’af maka
berikanlah Ma’af padaku” (HR Turmudzi dan Ibnu Majah)
Kedelapan, I’tikaf.
I’tikaf merupakan ibadah kholwat (menyendiri) dengan Alloh, menyibukkan
diri hanya kepada Alloh dan memutuskan diri dari hiruk pikuk duniawi.
Setiap keinginan dan detak hatinya hanya tertuju kepada Alloh dan segala
kesibukannya hanyalah untuk Alloh semata. Rasulullah Shollollohu 'alaihi wa
Salam tidak pernah meninggalkan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada
bulan Ramadhan, bahkan pada tahun dimana beliau wafat, beliau
melakukan I’tikaf selama dua puluh hari.
Wahai hamba Alloh, perhatikanlah tauladan kita Rasulullah dan para
sahabatnya. Tatkala di penghujung bulan Ramadhan mayoritas masyarakat
muslim bersibuk ria dengan pakaian, makanan dan urusan duniawi dalam
rangka menyambut Iedul Fitri, namun tauladan dan kecintaan kita beri’tikaf
di Masjid, lebih berkonsentrasi di dalam beribadah kepada Alloh,
melepaskan urusan duniawinya dan lebih menyibukkan diri dengan ketaatan
kepada Alloh. Maha Besar Alloh, padahal beliau adalah orang yang telah
dijanjikan surga oleh Alloh, dan segala dosanya yang telah lalu dan akan
datang diampuni oleh Allah Al-Ghofur, namun keteladanan beliau benar
benar menunjukkan akhlak yang agung, yang tiada tandingan dan
bandingannya. Subhanalloh.
Beberapa kesalahan dan bid’ah pada Bulan Ramadhan.
Wahai hamba Alloh, teladan kita adalah Rasulullah Muhammad Shollollohu
'alaihi wa Salam dan tiada seorangpun yang lebih layak kita teladani
melainkan hanya beliau. Oleh karena itu, segala amalan yang tidak
dituntunkan oleh beliau dan diajarkan beliau, maka perkara tersebut adalah
tertolak dan wajib kita hindari. Diantara kesalahan-kesalahan tersebut
adalah :
- Mempercepat waktu sahur dan memperlambat berbuka puasa.
- Menahan diri dari makan dan minum selama beberapa saat sebelum
datang waktu subuh yang mereka sebut sebagai waktu imsak.
- Memuntahkan makanan dan minuman dari mulut ketika terdengar
adzan.
- Melafazhkan atau mengucapkan niat berpuasa.
- Mempercepat sholat tarawih dan tidak adanya thuma’ninah di saat
sholat tarawih.
- Membaca sholawat ataupun ucapan selainnya semisal, Shollu sunnata
tarawih rak’ataini jami’aa rahimakumullahu!!! atau selainnya setiap
jeda sholat tarawih. Yang demikian ini tidak ada sunnahnya dari nabi
dan termasuk bid’ah yang jelek di dalam agama.
- Mengkhususkan sholat tasbih di bulan Ramadhan.
- Membaca do’a secara berjama’ah setiap setelah sholat tarawih.
- Menentukan surat-surat tertentu pada tiap-tiap roka’at sholat
tarawih.
- Beranggapan bahwa memotong kuku, membersihkan telinga atau
keramas pada siang hari membatalkan puasa.
Dan selainnya yang tidak pernah dituntunkan oleh Nabi yang mulia
Shollollohu 'alaihi wa Salam.
Demikianlah secuil pembahasan mengenai bagaimana seharusnya seorang
muslim di bulan Ramadhan. semoga yang sederhana ini dapat memberikan
manfaat kepada kita semua, dan semoga Alloh Subhanahu wa Ta'ala
menganugerahkan kita kesehatan dan kekuatan sehingga kita mampu
melaksanakan apa yang diperintahkan Alloh dan Rasul-Nya, dan semoga
Alloh masih memberi kita kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan
berikutnya. Semoga segala amalan kita diterima oleh Alloh Azza wa Jalla
dan segala dosa kita diampuni. Amin Ya Robbal Alamin.

Tidak ada komentar: