Motto Santri :

Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilallahdi

Senin, 29 Desember 2008

Histories

Suatu hari cinta dan sahabat berjalan didesa,
tiba-tiba cinta jatuh dalam telaga, kenapa ?
karena cinta itu buta...
lalu sahabat pun ikut terjun, kenapa ?
karena sahabat akan berbuat apa saja demi cinta.
didalam telaga cinta hilang, kenapa ?
karena cinta itu halus, mudah hilang jika tak dijaga dan sulit dicari
sedangkan sahabat masih mencari-cari dimana cinta dan menunggu, kenapa ?
karena sahabat itu sejati, akan selamanya kekal dan selalu setia.

My Friends

Indahnya dunia dapat dilihat mata...
Indahnya cinta tak semanis namanya...
tapi indahnya persahabatan tak ternilai harganya...

SELAMAT HARI IBU

Sahabatku...
Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan
sadarilah bahwa didunia ini tidak ada satu orang pun yang rela mati demi kita selain
"IBU"

Minggu, 28 September 2008

Mengatasi Kesulitan Rizqi

Liku-liku kehidupan memang tak bisa dikalkulasi dengan hitungan. Negeri yang sedemikian
makmurnya ini, terancam kekurangan sandang, pangan dan papan. Kegoncangan melanda di
mana-mana. Kegelisahan menjadi selimut kehidupan yang tidak bisa ditanggalkan. Begitulah
kalau krisis ekonomi sudah memakan korban.
Seakan manusia telah lalai, bahwa segala yang terhampar di jagat raya ini ada Dzat yang
mengaturnya. Apakah mereka tidak ingat Allah Ta’ala telah berfirman :
"Dan tidaklah yang melata di muka bumi ini melainkan Allahlah yang memberi rezkinya."
(QS. Hud : 6)
Keyakinan yang mantap adalah bekal utama dalam menjalani asbab (usaha) mencari rezeki.
Ar Rahman yang menjadikan dunia ini sebagai negeri imtihan (ujian), telah memberikan
jalan keluar terhadap problem yang dihadapi manusia. Diantaranya
1. Berusaha dan Bekerja
Sudah merupakan sunnatullah seseorang yang ingin mendapatkan limpahan rezeki Allah
harus berusaha dan bekerja. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala :
"Kalau telah ditunaikan shalat Jum’at maka bertebaranlah di muka bumi dan ingatlah Allah
sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia."
(QS. Al Jumu’ah : 10)
Rezeki Allah itu harus diusahakan dan dicari. Tapi, kadang-kadang karena gengsi, sombong
dan harga diri seseorang enggan bekerja. Padahal mulia atau tidaknya suatu pekerjaan itu
dilihat apakah pekerjaan tersebut halal atau haram.
2. Taqwa
Banyak orang melalaikan perkara ini, karena kesempitan hidup yang dialaminya. Dia
mengabaikan perintah-perintah Allah, karena tidak sabar menunggu datangnya pertolongan
Allah. Padahal Allah Ta’ala telah menyatakan :
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar
baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS.
Ath Thala : 2)
Yaitu ‘dari jalan yang tidak diharapkan dan diangankan-angankan,’ demikian komentar
Qatadah, seorang tabi’in (Tafsir Ibnu Katsir 4/48). Lebih jelas lagi Syaikh Salim Al Hilali
mengatakan bahwa Allah Yang Maha Tinggi dan Agung memberitahukan, barangsiapa yang
bertaqwa kepada-Nya niscaya Dia akan memberikan jalan keluar terhadap problem yang
dihadapinya dan dia akan terbebas dari mara bahaya dunia dan akhirat serta Allah akan
memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Bahjatun Nadhirin 1/44).
3. Tawakkal
Allah berfirman :
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)
nya."
(QS. Ath Thalaq : 3)
Yakni ‘barangsiapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi
apa yang dia inginkan,” demikian kata Imam Al Qurthubi dalam dalam Al Jami’ Ahkamul
Qur’an, 8/106.
Dan tidak dinamakan tawakkal bila tidak menjalani usaha. Sesungguhnya menjalani usaha
merupakan bagian dari tawakkal itu sendiri. Oleh karena itu Ibnul Qoyyim
mengatakan :"Tawakkal dan kecukupan (yang Allah janjikan) itu, bila tanpa menjalani asbab
yang diperintahkan, merupakan kelemahan semata, sekalipun ada sedikit unsur tawakkalnya.
Hal yang demikian itu merupakan tawakkal yang lemah. Maka dari itu tidak sepantasnya
seorang hamba menjadikan sikap tawakkal itu lemah dan tidak berbuat dan berusaha.
Seharusnya dia menjadikan tawakkal tersebut bagian dari asbab yang diperintahkan untuk
dijalani, yang tidak akan sempurna makna makna tawakkal kecuali dengan itu
semua." (Zadul Ma’ad 2/315). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita
dalam riwayat yang shahih :
“Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah denagn sebenar-benar tawakkal, niscaya Dia
akan memberikan rezeki kepada kaian sebagaimana burung diberi rezeki, pergi dipagi hari
dalam keadaan perut kosong, (dan) pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. An
Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
4. Syukur
Syukur adalah jalan lain yang Allah berikan kepada kaum mukminin dalam menghadapi
kesulitan rezeki. Dalam surat Ibrohim ayat 7 Allah berfirman :
"Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian
(nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras." (QS.
Ibrohim : 7)
Oleh karena itu dengan cara bersyukur insya Allah akan mudah urusan rezeki kita. Adapun
hakekat syukur adalah : “mengakui nikmat tersebut dari Dzat Yang Maha Memberi nikmat
dan tidak mempergunakannya untuk selain ketaatan kepada-Nya,” begitu Al Imam Qurthubi
menerangkan kepada kita (tafsir Qurthubi 9/225)
5. Berinfaq
Sebagian orang barangkai menyangka bagaimana mungkin berinfaq dapat mendatangkan
rezeki dan karunia Allah, sebab denagn berinfaq harta kita menjadi berkurang. Ketahuilah
Dzt Yang maha Memberi Rezeki telah berfirman :
"Dan apa-apa yang kalian infaqkan dari sebagian harta kalian, maka Allah akan
menggantinya." (QS. Saba: 39)
6. Silaturohmi
Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan
umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi."
(HR. Bukhori Muslim)
7. Doa
Allah memberikan senjata yang ampuh bagi muslimin berupa doa. Dengan berdoa seorang
muslim insya Allah akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam menuntun kita agar berdoa tatkala kita menghadapi kesulitan rezeki.
"Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang
diterima." (HR. Ibnu Majah dan yang selainnya)
Wallahu a’lam bish Showab.

Awas !!! Pacaran = Mendekati Zina (2)

Saudara-saudaraku kaum muslimin,
Hati-hatilah terhadap perbuatan zina! Dan janganlah masuk ke-dalam jalan-jalan yang
mendekati zina. Sesungguhnya sabar untuk tidak masuk ke jalan-jalan tersebut lebih mudah
daripada sabar untuk tidak berzina ketika sudah ada di dalam jalannya.
Maka janganlah mendekati zina dan janganlah masuk ke dalam jalan-jalan yang
mendekatinya. Dan diantara jalan-jalan tersebut adalah:
Pertama : Memandang wanita dan auratnya termasuk wajahnya.
Ini sangat erat sekali hubungannya dengan zina, hingga Allah berfirman:
} قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْآَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ { سورة النور الآية : 30
Artinya : "Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan
pandangannya dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."(An-nur : 30)
Demikian pula Allah memerintahkan kepada wanita agar menahan pandangannya terhadap
laki-laki dan menjaga kemaluannya. Allah berfirman :
] وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ [سورة النور - 31
Artinya : "Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman hendaklah mereka menahan
pandangannya dan menjaga kemaluannya." (QS An Nuur 31)
Dan karena menutup jalan menuju zina pula Allah memerintahkan para wanita mu'minah
agar menutup auratnya. Allah berfirman selanjutnya :
} وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ { سورة النور 31
Artinya: "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak
dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya ke dadanya." (An-Nur :
31)
Jadi jelas menyaksikan TV atau Video (terlebih film/video/vcd/dvd porno, red), dimana
tampil wanita-wanita dengan membuka aurat dan berhias (Tabarruj) termasuk jalan kepada
zina yang diharamkan oleh Allah. Demikian pula majalah-majalah, atau gambar-gambar
(termasuk gambar cabul, gambar porno, majalah porno yang tersebar baik di media cetak
maupun Internet, red).
Kedua : Pendengaran.
Pendengaranpun bisa menjadi jalan mendekati zina, bila mendengarkan nyanyian-nyanyian
wanita yang bukan muhrimnya, apalagi dengan diiringi musik, dan isinya tentang cumbu dan
rayu atau cinta dan kasih dll.
Oleh karena itu Allah berfirman kepada para istri-istri Nabi Shalallahu ‘alaihi
wassalam,yang mereka itu adalah contoh teladan bagi seluruh kaum wanita muslimah:
} (فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ { (سورة الأحزاب - 32
Artinya: "Maka janganlah kalian tunduk (lemah) dalam pembicaraan sehingga menimbulkan
keinginan pada orang-orang yang dihatinya ada penyakit...)" Q.S. Al Ahzab 32.
Ketiga : Ikhtilath (percampuran atau pergaulan bebas laki-laki dan wanita.
Ini adalah jalan yang paling banyak menjerumuskan manusia kepada zina. Betapa banyak
perzinahan terjadi yang penyebabnya adalah perkenalan mereka di kantor, atau keakraban
mereka di sekolah, kampus, atau perjumpaan mereka di kendaraan umum, dll.
Allah Taala berfirman:
} (وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ سورة الأحزاب{ (سورة الأحزاب – 53
Artinya : "Kalau kamu meminta kepada mereka sesuatu kebutuhan, mintalah dari balik hijab
(tabir), yang demikian lebih suci bagi hatimu dan hati mereka." Q.S. Al Ahzab 53.
Keempat : Khalwat (berduaan) dengan seorang wanita yang bukan mahramnya.
Ini lebih bahaya dari yang ketiga. Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang
wanita yang bukan mahramnya kecuali yang ketiganya adalah syaithon. Diriwayatkan dari
Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. bersabda:
لا يخلون رجل بامرأة إلا مع ذي محرم) رواه البخاري ومسلم)
Artinya : "Janganlah sekali-kali seorang (diantara kalian) berduaan dengan wanita, kecuali
dengan mahramnya (H.R Bukhari dan Muslim).
Dan Beliau Shalallahu 'alaihi wassalam juga bersabda :
إياآم والدخول على النساء) رواه البخاري ومسلم)
Artinya : "Janganlah sekali-kali kalian masuk ke (tempat) wanita." Maka berkatalah seorang
dari kalangan Anshor : Bagaimana pendapatmu kalau wanita tersebut adalah ipar (saudara
istri)?
Maka Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam. menjawab :
الحمو الموت ) رواه البخاري ومسلم)
Artinya : "Ipar adalah maut." (H. R. Bukhari dan Muslim.)
Maka termasuk jalan mendekati zina, perginya seorang perempuan dengan sopirnya,
tinggalnya seorang laki-laki di rumah bersama pembantu perempuannya atau lainnya dari
bentuk-bentuk khalwat walaupun asalnya berniat baik, seperti mengantarkan seorang wanita
ke tempat tertentu.
Demikianlah wahai kaum muslimin, seluruh jalan-jalan kepada zina sudah Allah tutup. Dan
semua itu sudah Allah haramkan dalam satu ayat:
} ولا تقربوا الزنى{. الإسراء 32
Dan Rasulullah telah mengatakan dalam satu haditsnya :
آتب على ابن آدم نصيبه من الزنا فهو مدرك ذلك لا محالة: العينان زناهما النظر والرجل زناهما الخطى ، والقلب يهوى)
ويتمنى، ويصدق ذلك الفرج أو يكذبه ) رواه البخاري ومسلم وأبو داود والنسائي
Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam. bahwa Beliau
bersabda: "Telah ditulis atas anak adam nasibnya (bagiannya) dari zina, maka dia pasti
menemuinya, zina kedua matanya adalah memandang, zina kakinya adalah melangkah, zina
hatinya adalah berharap dan berangan-angan, dan dibenarkan yang demikian oleh farjinya
atau didustakan," (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa'i).
Dan dalam riwayat lain Beliau bersabda:
واليدان تزنيان فزناهما البطش، والرجلان تزنيان فزناهما المشي والفم تزني فزناه القبل ) رواه مسلم وأبو داود....)
"Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah
melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah mencium." (H.R. Muslim dan Abu
Dawud).
Wahai kaum muslimin kembalilah kepada Allah, sesungguhnya Allah telah memerintahkan
dengan wasiat -sedangkan wasiat lebih dari sekedar perintah agar menjauhi seluruh fahisyah
(perbuatan keji):
ولا تقربوا الفواحش ما ظهر منها وما بطن، ولا تقتلوا النفس التي حرم الله إلا بالحق، ذلكم وصاآم به لعلكم تعقلون{
{ سورة الانعام 151
Artinya : "...Dan janganlah kamu mendekati fahisyah yang tampak atau yang tersembunyi,
dan janganlah membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak. Demikian itu
yang diwasiatkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami." (Al Qur’an Surat Al
An'am 151)
Dan juga Allah mengatakan bahwa diantara sifat-sifat orang mu'min yang akan beruntung
adalah seorang yang menjaga kemaluannya dari zina,:
والذين هم لفروجهم حافظون إلا على أزواجهم أو ما ملكت أيمانهم فإنهم غير ملومين فمن ابتغى وراء ذلك فأولئك هم{
7- (العادون{ ( سورة المؤمنون 5
Artinya :"...Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka kecuali kepada istri-istri
mereka atau perempuan-perempuan yang mereka miliki maka mereka tidak tercela. Barang
siapa mencari selain itu maka merekalah orang-orang yang melampaui batas.." Q.S. Al
Mu'minun 5-7
Maka kembalilah kepada Allah., sesungguhnya Allah akan membalas mereka yang berbuat
ihsan dengan ihsan, yaitu orang orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah.
Firman Allah:
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاؤُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى * الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ{
آَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَآُم مِّنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا
32- (تُزَآُّوا أَنفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى{ (سورة النجم 31
Artinya: "Dan hanya kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
untuk Allah balas orang-orang yang berbuat kejelekan atas apa-apa yang mereka kerjakan,
dan Allah balas orang-orang yang berbuat ihsan (kebaikan) dengan ihsan, yaitu orang-orang
yang menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah kecuali dosa-dosa kecil, sesungguhnya Allah
Maha luas ampunan-Nya." (Q.S. An Najm 31-32).
Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mempersiapkan kenikmatan-kenikmatan dan
kelezatan-kelezatan disisiNya yang jauh lebih baik dan lebih kekal untuk orang-orang yang
beriman dan bertawakal kepada Allah serta menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah.
Firman Allah Ta'ala:
فَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَآَّلُونَ * وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ آَبَائِرَ{
37- (الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُون{ ( سورة الشورى 36
Artinya: "Dan suatu apapun yang di berikan kepada kalian itu hanyalah kenikmatan hidup
Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.
Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=810
didunia, dan apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal, untuk orang-orang yang
beriman dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal. dan (bagi) mereka yang
menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji (fahisyah) dan apabila mereka marah
mereka memaafkan." Q.S. Asy Syura 36-37.
Wahai kaum muslimin kembalilah kepada Allah... dan bertaubatlah kepada-Nya....
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
وصلى الله على محمد وعلى آله وأصحابه وسلم
.سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا اله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Jumat, 12 September 2008

Awas !!! Pacaran = Mendekati Zina

Janganlah Mendekati ZINA !!
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن
يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله e وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما آثيرا وبعد
،،
Saudara-saudaraku kaum muslimin,
Sesungguhnya sudah jelas firman Allah dalam Kitab-Nya dan sabda Rasulullah Shalallahu
‘alaihi wassalam. dalam Sunnahnya serta Ijma' para Ulama tentang haramnya zina dan
bahwasanya dia termasuk kekejian dan dosa besar.
Tapi..., kita mendapati banyak kaum muslimin yang terjerumus ke-dalam jurang kekejian ini,
mereka mengikuti hawa nafsu dan syahwat mereka, lupa kepada Allah dan laranganNya,
lupa kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. dan sabdanya lupa kepada para Ulama
dan nasihat-nasihatnya.. Sebagian mereka berusaha untuk menghalalkan zina dengan ta'wilta'wil
yang bathil bahwa zina adalah perkosaan, sedangkan jika berdasarkan 'suka sama suka'
maka tidak mengapa... Sebagian mereka bahkan berusaha untuk menipu Allah- dan
sesungguhnya mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri- dengan berpura-pura
menikah dan berperan seakan-akan suami-istri, padahal si-wanita sudah punya suami di
negerinya atau di tempat lain, dan yang pria hanya berniat memuaskan nafsunya untuk
sementara waktu -naudzu billah-. Atau..., mereka berdalil dengan ucapan orang-orang Syiah
yang bathil tentang kawin mut'ah yang mana tidak lain adalah penghalalan zina dengan
berkedok agama !!!.
Sungguh benar ucapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. :
( ليكونن في أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف) صحيح الجامع 5466
"Pasti akan ada dari ummatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khomer
(minuman keras), dan alat-alat musik!." (H.R. Bukhari.)
Saudara-saudaraku kaum muslimin,
Tidakkah anda ingat ucapan Allah Ta'ala dalam KitabNya yang mulya :
] (وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ آَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً سورة الإسراء [ (سورة الإسراء 32
Artinya : "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek" (Al Qur’an Surat Al Isra 32)
Dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa'di berkata : "Larangan
Allah untuk mendekatii zina itu lebih tegas dari pada sekedar melarang perbuatannya, karena
berarti Allah melarang semua yang menjurus kepada zina dan mengharamkan seluruh faktorfaktor
yang mendorong kepadanya,”
Maka bisa saya katakan, kalau jalan-jalan dan faktor-faktor yang menuju kepadanya saja
dilarang apalagii perbuatannya!.
Sungguh amat keji perbuatan itu dan sungguh amat benar ucapan Allah bahwa zina adalah
Fahisyah yang dikatakan oleh Syaikh Abdurrahman pula dalam tafsirnya : "Al Fahisyah
adalah sesuatu yang dianggap sangat jelek dan keji oleh Syari'at, oleh akal sehat dan fitrah
manusia, karena mengandung pelanggaran terhadap hak Allah, hak wanita, hak keluarganya
atau suaminya, dan merusak kehidupan rumahtangga serta tercampurnya (kacaunya) nasab
keturunan.”
Dan sering sekali fahisyah di dalam Al-Qur'an ataupun Al-Hadits dimaksudkan dengan zina.
Demi Allah sesungguhnya zina adalah dosa besar... dan bukan masalah kecil. Ibnu Mas'ud
pernah bertanya tentang dosa-dosa besar kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam :
Aku berkata : "Wahai Rasulullah.., dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?
Beliau bersabda : "Engkau menjadikan bersama Allah sekutu yang lain, padahal Dia
menciptakan kamu."
Dia (Ibnu Mas'ud) berkata : "Kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau membunuh anak kamu karena khawatir dia makan bersama
kamu."
Dia berkata :"kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau berzina dengan istri tetanggamu."
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. membacakan ayat (tentang sifat-sifat
Hamba-hamba Allah Ar-Rahman) diantaranya Allah mengatakan:
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا*يُضَاعَفْ[
69- (لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا [ ( الفرقان : 68
Artinya : "Yaitu orang-orang yang tidak menyeru bersama Allah sesembahan yang lain dan
tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak dan tidak berzina. Dan
barang siapa melakukan yang demikian akan mendapatkan dosa, akan dilipat gandakan
adzabnya pada hari kiamat dan kekal di dalamnya dengan terhina." Al Qur’an Surat Al
Furqan 68 - 69.
Demikianlah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mengatakan bahwa yang paling banyak
menjerumuskan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan farji (kemaluan). Beliau
bersabda :
أآثر ما يدخل الناس النار الفم والفرج) رواه الترمذي وابن حبان في صحيحه)
"Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan
kemaluan." (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)
Maka pantaslah kalau tentang hal ini Imam Ahmad mengatakan: "Aku tidak tahu ada dosa
yang lebih besar setelah membunuh jiwa dari pada zina,”
Dan Ibnu Mas'ud berkata : "Tidaklah muncul riba dan zina pada suatu daerah kecuali Allah
akan mengizinkan kehancurannya."
Maka jelaslah masalah buruknya zina, Allah mengatakan bahwa zina adalah perbuatan keji
dan jalan yang sangat buruk, Rasulullah bersabda bahwa zina adalah dosa besar yang banyak
menjerumuskan manusia ke dalam neraka, demikian pula para Ulama. Sedangkan akal sehat
dan fitrah bisa kita tanyakan pada diri kita sendiri..........
Bagaimana jika istri kita sendiri yang dizinai...?
Atau Ibu kita? atau anak perempuan kita? Atau kakak dan adik perempuan kita?
Demikianlah cara berfikir yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. ketika
datang kepadanya seorang pemuda dan berkata:
"Wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. izinkanlah aku untuk berzina !"
Maka para sahabat segera melarangnya dengan marah.
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. bersabda : "Mendekatlah!" Maka dia
mendekat kepadanya. Kemudian bersabda: "Duduklah!" Maka dia duduk. Kemudian Beliau
bersabda: "Sukakah kalau itu terjadi pada ibumu?"
Dia menjawab : "Tidak. Demi Allah, aku sebagai jaminan untukmu."
Beliau bersabda : "Demikian pula manusia seluruhnya tidak suka zina itu terjadi pada ibuibu
mereka."
Kemudian Beliau bertanya lagi : "Sukakah kalau itu terjadi pada anak perempuanmu?"
Dan pemuda itu menjawab seperti tadi.
Demikianlah selanjutnya Beliau bertanya jika itu terjadi pada saudara perempuannya,
bibinya dst. Atau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya.
Dan cukup untuk mencontohkan marahnya seseorang karena cemburu, apa yang
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sa'ad bin Ubadah Radiyallahu ‘anhu bahwa dia
berkata: "Kalau aku melihat seorang laki-laki bersama istriku akan aku pukul dengan
pedangku tanpa aku ma'afkan."
Bagaimana pendapat anda dengan kecemburuan Sa'ad bin Ubadah? Jangan kalian anggap ini
berlebihan ! Ketahuilah bahwa inilah yang hak, bahkan kalau ada seorang yang tidak marah
ketika melihat istrinya bersama laki-laki lain maka inilah yang disebut oleh Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam. dengan "Dayyuts" yang tidak akan masuk surga. Dengarlah apa
kata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. ketika mendengar ucapan Sa'ad Radiyallahu
‘anhu :
أتعجبون من غيرة سعد؟ والله لأنا أغير منه، والله أغير مني، ومن أجل غيرة الله حرم الفواحش ما ظهر منها وما بطن ))
17 ) متفق عليه ) ( .رواه البخاري ( 7416 )، ومسلم( 1499
"Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa'ad? Demi Allah aku lebih cemburu dari
padanya, dan Allah lebih cemburu dari padaku. Dan karena kecemburuan itulah Allah
mengharamkan seluruh fahisyah yang lahir ataupun yang bathin." (H. R. Bukhari dan
Muslim).
Bersambung ke "Awas !!! Pacaran = Mendekati Zina" (2)

Sabtu, 06 September 2008

Etika Muslim Sehari-hari - Saat di Masjid




Etika Saat Di Masjid
1. Berdo`a di saat pergi ke masjid. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu beliau menyebutkan: Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam apabila ia keluar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdo`a :
ﻦِﻣَو ، اًرْﻮُﻧ ﻲِﻔْﻠَﺧ ْﻦِﻣ ْﻞَﻌْﺟاَو ، اًرْﻮُﻧ يِﺮَﺼَﺑ ﻲِﻓَو اًرْﻮُﻧﻲِﻌْﻤَﺳ ﻲِﻓ ْﻞَﻌْﺟاَو ، اًرْﻮُﻧﻲِﻧﺎَﺴِﻟ ﻲِﻓَو اًرْﻮُﻧ ﻲِﺒْﻠَﻗﻲِﻓ ْﻞَﻌْﺟا ﱠﻢُﻬﱠﻠ ﻟ َا
اًرْﻮُﻧﻲِﻨِﻄْﻋَأ ﱠﻢُﻬﱠﻠ ﻟ ا ، اًرْﻮُﻧﻲِﺘْﺤَﺗ ْﻦِﻣَو ، اًرْﻮُﻧ ﻲِﻗْﻮَﻓ ْﻦِﻣ ْﻞَﻌْﺟاَو ، اًرْﻮُﻧ ﻲِﻣﺎَﻣَأ ) ﻪﻴﻠﻋﻖﻔﺘﻣ )
Allahummaj 'a fii qolbii nuuran, wa fii lisaanii nuuran, waj'al fii sam'ii nuuran, wafii bashori nuuran, waj'al min khalfii nuuran, wamin amaami nuuran, waj'al min fauqii nuuran, wamin tahtii nuuran. Allahumma a'thinii nuuran.
“Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, dan cahaya pada lisanku, dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku dan cahaya pada penglihatanku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku, dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, anugerahilah aku cahaya”. (Muttafaq’alaih)
2. Berjalan menuju masjid untuk shalat dengan tenang dan khidmat. Rasulullah Shallallaahualaihi wa Salam telah bersabda:
“Apabila shalat telah diiqamatkan, maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari, tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. Maka apa (bagian shalat) yang kamu dapati ikutilah dan yang tertinggal sempurnakanlah. (Muttafaq’alaih).
3. Berdo`a disaat masuk dan keluar masjid. Disunatkan bagi orang yang masuk masjid
mendahulukan kaki kanan, kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam laulu mengucapkan :
َﻚِﺘَﻤْﺣَر َباَﻮْﺑَأ ﻲِﻟ ْﺢَﺘْﻓا ﱠﻢُﻬﱠﻠ ﻟ ا
Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika.
“(Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu)”. (HR Muslim)
Dan bila keluar mendahulukan kaki kiri, lalu bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi waSalam kemudian membaca do`a :
َﻚِﻠْﻀَﻓ ْﻦِﻣ َﻚُﻟَﺄْﺳَأ ﻲﱢﻧِإ ﱠﻢُﻬﱠﻠ ﻟ َا
Allaahumma innii as'aluka min fadhlika.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon bagian dari karunia-Mu”. (HR. Muslim).
4. Disunnatkan melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid bila telah masuk masjid.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Apabila seorang di antara kamu masuk masjid hendaklah shalat dua raka`at sebelum duduk”. (Muttafaq alaih).
5. Dilarang berjual-beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid. Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Apabila kamu melihat orang yang menjual atau
membeli sesuatu di dalam masjid, maka doakanlah “Semoga Allah tidak memberi
keuntungan bagimu”.
Dan apabila kamu melihat orang yang mengumumkan barang hilang, maka do`akanlah “Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang”. (HR. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
6. Dilarang masuk ke masjid bagi orang makan bawang putih, bawang merah atau orang
yang badannya berbau tidak sedap. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah atau bawang daun, maka jangan sekali-kali mendekat ke masjid kami ini, karena malaikat merasa terganggu dari apa yang dengan-nya manusia terganggu”. (HR. Muslim).
Dan termasuk juga rokok dan bau lain yang tidak sedap yang keluar dari badan atau pakaian.
7. Dilarang keluar dari masjid sesudah adzan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam
bersabda:
“Apabila tukang adzan telah adzan, maka jangan ada seorangpun yang keluar
sebelum shalat”. (HR. Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
8. Tidak lewat di depan orang yang sedang shalat, dan disunnatkan bagi orang yang sholat menaroh batas di depannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Kalau sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang sholat itu mengetahui dosa perbuatannya, niscaya ia berdiri dari jarak empat puluh itu lebih baik baginya daripada lewat di depannya”. (Muttafaq alaih).
9. Tidak menjadikan masjid sebagai jalan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Janganlah kamu menjadikan masjid sebagai jalan, kecuali (sebagai tempat) untuk berzikir dan shalat”. (HR. Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh Al-Albani).
10. Tidak menyaringkan suara di dalam masjid dan tidak mengganggu orang-orang yang
sedang shalat. Termasuk perbuatan mengganggu orang shalat adalah membiarkan
Handphone anda dalam keadaan aktif di saat shalat.
11. Hendaknya wanita tidak memakai farfum atau berhias bila akan pergi ke masjid.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kamu
(kaum wanita) ingin shalat di masjid, maka janganlah menyentuh parfum”. (HR. Muslim).
12. Orang yang junub, wanita haid atau nifas tidak boleh masuk masjid. Allah berfirman:
“(Dan jangan pula menghampiri masjid), sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedarberlalu saja, hingga kamu mandi”. (an-Nisa: 43).
`Aisyah Radhiallaahu anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam
telah bersabda kepadanya: “Ambilkan buat saya kain alas dari masjid”. Aisyah menjawab: Sesungguhnya aku haid? Nabi bersabda: “Sesungguhnya haidmu bukan di tanganmu”. (HR.Muslim).
(Dikutip dari Judul Asli Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh
Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari)
http://www.salafy.or.id

Bid'ah Puasa

Puasa di bulan Ramadhan mempunyai kedudukan yang utama dan tempat
yang mulia dalam Islam. Bagi orang yang berpuasa karena iman dan ihtisab
(mengharapkan pahala), Allah sendirilah yang mengetahui akan pahala,
keutamaan dan kenikmatannya. Akan tetapi pahala puasa itu berbeda-beda,
bertambah atau berkurang sesuai dengan dekat atau jauhnya seseorang
dalam melaksanakan ibadah puasa dari sunnah Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wa Sallam.
Oleh sebab itu, merupakan suatu keharusan untuk mengingatkan saudarasaudara
kita yang berpuasa, beberapa hal yang (sering dilakukan namun)
tidak ada petunjuknya dari nabi, yang mana hal ini merupakan perkara
bid’ah dan perkara yang diada-adakan. Kami di sini akan menyebutkannya
sesuai dengan urutan hari dan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah
kita memohon pertolongan.
Pertama : Bid’ah Sahur dan Adzan.
1. Menyegerakan makan sahur.
2. Imsak (menahan diri) dari makan dan minum ketika adzan pertama, yang
mereka namakan “adzan Imsak”
3. Memuntahkan makanan dan minuman dari mulut ketika suara adzan
terdengar.
4. Mandahulukan adzan dari waktu fajar shodiq, dengan alasan untuk hatihati.
5. Melafadhkan niat ketika sahur seperti ن َ وي  ت َ ص  وم َ غدٍ  ع  ن َأ  داءِ َف  رضِ  ش  هرِ  رم  ضا َ ن
Kedua : Bid’ah-bid’ah ketika Berbuka dan selainnya.
1. Mengakhirkan berbuka dengan klaim alasan untuk menepatkan waktu.
2. Puasanya para wanita sedangkan mereka dalam keadaan haidh
sepanjang siang hari di bulan Ramadhan, dan (ketika) mendekati
terbenamnya matahari mereka membatalkan puasa mereka dengan
sesuap atau seteguk air.
3. Menahan diri untuk tidak bersiwak sesudah tergelincir matahari.
4. Bepergian pada bulan Ramadhan dengan maksud agar tidak berpuasa.
Yang ketiga : Bid’ah-bid’ah shalat tarawih pada bulan ramadhan.
1. Cepatnya gerakan tarawih sebagaimana cepatnya gerakan burung gagak
(mematuk makanan). Bahkan sebagian imam melakukan shalat tarawih
23 rakaat, dalam waktu kurang dari 20 menit.
2. Membatasi membaca surat tertentu dalam shalat tarawih. Sebagian
imam membaca surat al-Fajr atau surat al-A’laa atau seperempat surat
ar-Rahman. Diantara keanehan-keanehan lainnya, ada sebagian thariqat
shufiyah mengajarkan pada pengikut-pengikut mereka untuk membaca
dalam shalat tarawih surat al Buruj, dimana imam membaca pada setiap
rakaat hanya satu ayat dari surat tersebut.
3. Memisahkan antara dua rakaat dengan membaca surat al-Ikhlas, al-
Falaq, an-Nas, kemudian mengucapkan shalawat dan salam atas
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Keempat : Bid’ah shalat tasbih dalam bulan Ramadhan.
1. Mengkhususkan shalat tasbih hanya pada bulan Ramadhan.
2. melakukannya secara berjama’ah
3. mengkhususkan shalat tasbih pada malam lailatul qadar.
Kelima : Shalat-shalat bid’ah pada bulan Ramadhan.
1. Shalat pada malam lailatul qadar yang dinamakan “Shalat Lailatul Qadar”.
2. Shalat “jum’at Yatimah”, yaitu shalat jum’at pada jum’at terakhir dari
bulan Ramadhan, dan seluruh penduduk negeri melaksanakan shalat
jum’at itu pada masjid yang khusus. (Misalnya) penduduk Mesir shalat di
Masjid Amr bin Ash dan penduduk Palestina shalat di Masjid Ibrahimi
atau Masjidil Aqsa. [atau penduduk Jawa sholat di Masjid Ampel, pent.]
3. (Melaksanakan) Shalat wajib 5 waktu sehabis shalat jum’at yatimah,
dengan sangkaan bahwasanya shalat-shalat itu menghapus dosa-dosa,
atau menghapus shalat yang ditinggalkan.
Seluruh bid’ah-bid’ah ini terdapat pada sebagian besar negeri muslim, dan
sebagiannya didapati pada suatu negeri dan tidak terdapat pada negeri yang
lainnya. Sekiranya kita menyebutkan bid’ah-bid’ah secara keseluruhan pada
seluruh negeri, tentulah akan keluar dari tujuan dan maksudnya, karena
tujuan dan maksud tulisan ini hanya untuk mewaspadai dan mengingatkan.

SYAIR PEMBERONTAKAN

Lajuku terhenti
Benci penuhi dada ini
Ketika kuterima
Lembar-lembar bertahtakan cinta
Dari rasa
Ku hamburkan
Ku luluhkan
Ku tetapkan diri
Tak kan ada engkau
Diruang hati…
Tak kan ku buang
Hingga kisah dan kata
Kan ku simpan untuk waktuku
Dan, hatipun belajar
menghargai

SEPOTONG KISAH DARI MASA LALU

Disini ada tabuh
Yang sedang kukumpulkan
Disini ada badai
Yang menyembur airnya
Basahi tubuhku
Entah kapan mengering
Namun…. Catatan itu
Tak kan terhapus
Oleh genangannya
Kenangan itu tak kan terbuang
Meski berkikis lekuknya
Rasa itu tak kan hilang
Tak kan terpupus
Hingga tatapnya
Menyiratkan kepedihan
Bukan aku yang egois
Tetapi…..