Motto Santri :

Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilallahdi

Jumat, 18 Maret 2011

NAPOCLEAN - Pengupas Dan Pembersih Kerak Air Keramik Dan Porselen

NAPOCLEAN Sarana kamar mandi atau toilet baik di perumahan, perkantoran, maupun di tempat umum merupakan salah satu prioritas kebutuhan yang harus dimiliki dan dijaga kebersihannya dengan baik

Penjagaan kebersihan kamar mandi dan toilet bukanlah hal yang mudah. Keberadaan air yang terus menerus acap kali meninggalkan kerak bahkan penumpukan kerak menyebabkan susah di hilangkan.


9 Alasan Mengapa Anda Harus Memilih NAPOCLEAN

* Tidak mengandung HCL
* Tidak merusak keramik dan nat ( sambungan keramik )
* Hanya perlu di kuaskan ( bukan disikat )
* Tidak perlu menunggu ( tuang, langsung di kuas )
* Lebih efektif dan efisien
* Sangat menghemat tenaga dan waktu anda
* Lebih hemat
* Aroma Lemon ( tidak menyengat hidung )
* Dijamin Anda Puas

Keterangan Produk :

* Jika keramik / porcelain ada di lantai dan dinding, 1 Liter cukup untuk membersihkan kamar mandi 2x2 meter
* Jika keramik / porcelain hanya ada di lantai, bisa untuk 4x4 meter bahkan lebih
* Untuk Noda / Kerak berat, perbandingan campuran Napoclean Dengan air adalah 1:1
* Untuk Noda / Kerak sedang, perbandingan campuran Napoclean Dengan air adalah 1:2
* Untuk Noda / Kerak ringan, perbandingan campuran Napoclean Dengan air adalah 1:3

HARGA RP.35.000 (belum termasuk ongkir)

PEMBELIAN BISA SMS LANGSUNG DI 081901729052

KEMASAN SATU LITER

Pengiriman Via JNE

Minggu, 06 Maret 2011

Obeng Kecil Murah Serba Guna Set 31 In 1

obeng serba guna ini memaksimal kerja anda untuk membuka dan mengeluarkan baut. bentuknya yang kecil sangat praktis di gunakan.






harga cuma Rp. 25000 saja
( belum termasuk ongkir )

pemesanan & pembelian bisa langsung sms di 081901729052

Minggu, 20 Februari 2011

Goresan Pesan Untuk Pembela Kebenaran

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba’du.

Istilah dakwah salafiyah sudah tidak asing lagi di telinga kita. Suka atau tidak suka semua kelompok -kecuali Syi’ah dan bala tentaranya- pada akhirnya tentu akan sepakat jika kita ajak untuk mengikuti para sahabat secara umum, walaupun dalam prakteknya mereka banyak menyelisihi generasi terbaik tersebut. Mereka -secara umum- bahkan mengklaim apa yang mereka yakini sebagai pemahaman para Sahabat, walaupun klaim mereka tidak dilandasi dengan bukti yang memadai. Yang memprihatinkan adalah, tatkala terbukti secara ilmiah bahwa apa yang mereka yakini atau amalkan ternyata bertentangan dengan pemahaman Sahabat mulailah muncul sikap permusuhan dan aksi penolakan. Terkadang penolakan itu sekedar dipendam di dalam hati, terkadang diucapkan dengan lisan, dan tidak jarang berakhir dengan peperangan, Allahul musta’an…

Saudaraku, sesungguhnya penisbatan kepada salafus shalih adalah penisbatan yang mulia dan terpuji, bukan perkara yang tercela sama sekali. Hal itu berulang kali kita dengar dari nukilan para ulama, di antaranya Syaikhul Islam Abul Abbas al-Harrani rahimahullah. Namun, yang menjadi persoalan sekarang ini adalah tatkala penisbatan ini dirancukan dengan sikap golongan atau kelompok tertentu yang mempersempit makna salafiyah. Kita memang tidak ingin memasukkan perusak dakwah ke dalam jajaran Salafi. Demikian pula sebaliknya. Kita juga tidak ingin menjatuhkan orang-orang yang masih bisa diperhitungkan perannya dalam dakwah yang agung ini dari kedudukan yang semestinya.

Oleh sebab itu wahai saudaraku, sudah semestinya kita bisa bersikap bijak dan adil dalam menilai dan bersikap, baik kepada diri kita sendiri ataupun kepada orang lain; yang mungkin kita anggap berseberangan dengan kita dalam banyak hal. Perhatikanlah bagaimana para Sahabat -teladan kita semua- dalam menilai diri mereka sendiri dan dalam memposisikan orang lain sebagaimana mestinya. Kita masih ingat, penuturan Ibnu Abi Mulaikah yang sangat masyhur dan dikutip oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ternyata mereka semuanya khawatir dirinya terjangkit kemunafikan.” Ini adalah salah satu bukti kerendahan hati para Sahabat bersama dengan segala kebesaran yang mereka miliki. Amat jauh dengan keadaan sebagian kita pada hari ini, yang terkadang -secara tak terasa- telah menobatkan diri sendiri sebagai juru bicara kafilah dakwah yang mulia ini; sehingga siapapun yang berseberangan dengannya dianggap sebagai musuh dakwah salafiyah, laa haula wa laa quwwata illa billah!

Dari situlah, alangkah tepat apa yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah tatkala menggambarkan sosok manusia yang bijak. Beliau menjelaskan, “Orang yang paling bijak itu adalah yang menjadikan keluhannya kepada Allah -atas musibah/cobaan yang menimpanya- dikarenakan kesalahan dirinya sendiri, bukan malah dengan mengambinghitamkan orang lain.” Di satu sisi, seorang Salafi memang dituntut untuk merasa mulia dan bergembira dengan kelurusan manhaj yang telah mereka pilih dan jalani. Akan tetapi, jangan dilupakan pula bahwa salah satu bagian dari kelurusan manhaj ini adalah tidak meremehkan orang lain atau menolak kebenaran yang disampaikan oleh orang atau kelompok lain. Tentu saja kita ingat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa hal itu merupakan bentuk kesombongan.

Memang, kita harus angkat bicara untuk mengoreksi berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh sekte-sekte sesat. Itu merupakan bagian dari nasehat. Bahkan, tidak akan tegak agama ini tanpanya. Namun, sekali lagi kita harus bisa membedakan antara pengusung manhaj dengan manhaj itu sendiri. Kita semua tahu bahwa para Sahabat itu secara individu tidaklah ma’shum, kita tentu saja jauh berada di bawah mereka. Apabila -misalnya- ada salah seorang Sahabat -yang karena ketidaksengajaan darinya atau ketidaktahuan- sedikit melenceng dari Sunnah, kemudian kita tidak mengeluarkannya dari jajaran para Sahabat. Maka demikian pula semestinya, apabila kita melihat ada sebagian saudara kita yang dengan sebab yang sama terjerumus dalam bentuk penyimpangan terhadap sebagian cabang Sunnah tanpa dia sadari. Tentu tidaklah bijak apabila dengan serta merta dan tanpa tabayyun lantas kita pun mencoret namanya dari jajaran pengikut generasi utama; apalagi sampai membid’ahkan atau mengkafirkannya tanpa alasan yang kuat.

Banyak hal yang harus kita ukur dan kaji jika kita hendak menjatuhkan vonis berat semacam itu, apalagi pada hakekatnya itu bukanlah wilayah kewenangan kita para pemula yang mencium aroma pengajian belum berapa lama. Di antara poin paling pokok yang harus kita garis bawahi adalah pondasi keikhlasan. Tidak ada yang mengingkari bahwa poin ini merupakan intisari dari agama Islam yang hanif ini. Inilah standar utama dalam menilai dan menyikapi. Memang, ikhlas adalah amalan hati. Namun, itu bukan berarti keikhlasan itu tidak bisa dideteksi. Seorang yang jujur dengan keikhlasannya tentu akan sangat tidak menyukai ketenaran. Selain itu, seorang yang ikhlas tidak beramal atau berdakwah untuk mengejar target-target duniawi. Inilah sebabnya mengapa para Sahabat senantiasa berusaha mengoreksi dirinya sendiri sebelum jauh berbicara mengenai penyimpangan yang dilakukan oleh orang lain. Kita tentu masih ingat ucapan emas Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, “Seorang mukmin sejati itu selalu memandang dosa-dosanya seakan-akan dia duduk di bawah gunung dan khawatir kalau-kalau gunung itu akan runtuh menjatuhi dirinya. Adapun seorang fajir akan memandang dosa-dosanya hanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya kemudian dia pun menghalaunya dengan begini -upaya yang ringan sekali- (meremehkannya, pen).”

Benar, pembicaraan mengenai sesuai atau tidak dengan Sunnah adalah pembicaraan mengenai cara, bukan niatnya. Akan tetapi ingatlah, bahwa yang kita nilai dengan timbangan syari’at adalah manusia seperti kita; yang sarat dengan kekurangan dan ketidaktahuan. Kita harus memandang mereka tidak hanya dengan kaca mata syari’at, namun juga dengan kaca mata takdir; kaca mata kasih sayang dan belas kasihan. Mungkin hujjah belum sampai kepada mereka, mungkin mereka salah paham, mungkin ada perilaku kita yang justru menjauhkan mereka dari dakwah ini, mungkin… mungkin… Ada banyak sekali kemungkinan yang mengharuskan kita bersikap hati-hati dan tidak sembarangan menjatuhkan vonis sesat kepada sebagian saudara kita yang berbeda pandangan dengan kita. Inilah mungkin yang selama ini jarang kita praktekkan. Kita justru sering mengambil sikap dan tindakan seolah-olah kita adalah manhaj salaf itu sendiri. Sehingga kita tidak pernah mengenal istilah kompromi dan toleransi. Hantam sana-sini tak peduli, toh ini kan bagian dari nasehat, begitu tipu daya setan yang kerap menghampiri telinga kita -yang penuh dengan ‘kotoran’- ini.

Tidakkah kita ingat wahai saudaraku, bagaimana kelembutan dan kebijakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdakwah kepada orang-orang munafik. Padahal, kita juga mengetahui bersama bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diperintahkan oleh Allah untuk berjihad melawan mereka dan bersikap keras kepada mereka. Apakah ini artinya beliau tidak taat atau mengkhianati tugasnya; atau akan kita katakan bahwa beliau bersikap plin-plan, sama sekali tidak! Hal ini justru memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita bahwa terkadang orang yang paling keras permusuhannya kepada kita itulah yang berhak untuk kita perlakukan dengan lemah lembut, bukan dengan sikap keras. Inilah kandungan pesan yang pernah dinasehatkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah kepada segenap penyeru dakwah salafiyah yang mulia ini…

Sederhananya; seorang Salafi memang dituntut untuk membela manhaj yang haq ini selama-lamanya. Namun, di sisi lain dia juga harus mengingat bahwa dirinya -atau gurunya sekalipun- adalah manusia biasa yang berusaha meniti manhaj ini dengan segala keterbatasan yang ada pada dirinya. Dengan kesadaran semacam inilah akan lenyap segala bentuk fanatisme buta… Allahul muwaffiq.


http://abumushlih.com/goresan-pesan-untuk-pembela-kebenaran.html/

Hikmah Menikahi Wanita yang Buta, Bisu, Tuli, dan Lumpuh Sekaligus

Anda tentu mengenal nama Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit, salah seorang ulama besar, dan termasuk salah satu dari imam empat mazhab. Ada kisah menarik, berkaitan dengan beliau, tetapi kisah ini bermula di saat beliau belum lahir.

Pada abad pertama hijiriah, terdapat seorang pemuda yang mengabdikan dirinya untuk menuntut ilmu syar’i, tetapi ia sangat miskin. Suatu hari ketika ia merasa sangat lapar dan tidak mendapatkan sesuatu apapun yang bisa dimakan. Ia berusaha mencari makanan di luar rumahnya. Kemudian, ia berhenti di salah satu kebun yang penuh dengan pepohonan apel, yang salah satu rantingnya menjulur ke jalan. Karena sangat lapar, ia terdorong untuk memakan apel tersebut, apalagi ia merasa perlu untuk mempertahankan raganya. Ia juga berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang melihatnya, disamping ia juga merasa bahwa kebun tersebut tidak akan berkurang dengan sebab satu biji apel saja. Maka, ia beranikan diri untuk memetik satu buah apel dan memakannya hingga rasa laparnya hilang.



Ketika beranjak pulang ke rumah, jiwanya mulai mencacinya. Beginilah contoh kondisi seorang mukmin yang tidak bisa tenang jika telah melakukan pelanggaran. Ia duduk termenung sambil berkata,



“Bagaimana aku bisa memakan buah apel itu padahal itu adalah harta seorang muslim, dan aku belum meminta izin kepadanya?



Akhirnya, pemuda tersebut pergi mencari pemilik kebun itu sampai didapatkkannya. Lalu, ia berkata kepada pemilik kebun,



“Wahai paman, kemarin aku ditimpa rasa lapar yang sangat. Maka, aku memakan satu buah apel dari kebunmu tanpa sepengetahuanmu. Sekarang aku datang kepadamu untuk meminta izin kepadamu.”



Pemilik kebun berkata

“Demi Allah, Aku tidak memaafkanmu. Bahkan, aku akan menggugatmu kelak pada hari kiamat di sisi Allah.”



Mendengar itu, pemuda itu langsung menangis dan memohon kepadanya supaya memperkenankannya, sambil berkata,

”Saya siap untuk bekerja apa saja dengan syarat agr kamu memaafkanku dan menghalalkan apel itu untukku.”

Pemuda itu terus memohon kepada si pemilik kebun, sedangkan pemilik kebun justru semakin bersikukuh, lalu pergi meninggalkannya. Namun, pemuda itu membuntutinya dan tetap memohon maaf kepadanya hingga ia masuk rumah. Pemuda itu menunggu di sisi pintu, memantinya keluar untuk shalat Ashar. Ketika si pemilik kebun keluar rumah untuk suatu urusan, pemuda itu ternyata masih tetap berdiri dengan air mata yang membasahi jenggotnya.



Pemuda itu berkata lagi,

“Wahai pamanku, sungguh aku siap untuk bekerja sebagai petani di kebun ini tanpa diberi upah sepanjang umurku atau apa saja yang kamu inginkan, tetapi dengan syarat Anda memaafkanku."



Pada saat itu, pemilik kebun berpikir sejenak, kemudian berkata,

“Anakku, aku siap untuk memaafkanmu sekarang, tetapi dengan satu syarat.”



Mendengar itu, si pemuda langsung gembira adn wajahnya berseri bahagia. Dia berkata,

”Berikanlah syarat sesukamu wahai pamanku.”

Si pemilik kebun berkata,

”Syaratku adalah supaya Kamu menikahi putriku.”

Pemuda itu terperanjat bukan kepalang mendengar jawaban itu. Dia sama sekali tidak pernah menyangka mendapat syarat ini. Namun, si pemilik kebun melanjutkan perkataannya,

” Akan tetapi, wahai anakku, ketahuilah bahwa putriku buta, tuli, bisu, dan juga lumpuh, tidak pernah berjalan sejak lama. Aku telah mencarikannya seorang suami yang dapat kupercaya untuk melindungi dan mendampinginya dengan segenap kriteria-kriteria yang disebutkannya. Apabila Kamu menyetujuinya, aku akan memaafkanmu.”


Pemuda itu kembali terperanjat bukan kepalang dan merasa mendapat musibah yang kedua kalinya. Dia mulai berpikir bagaimana ia akan hidup dengan ketidaksempurnaan seperti ini, terlebih dia masih berusia belia? Bagaimana istrinya nanti akan melaksanakan urusan-urusannya, menjaga rumah dan memerhatikannya, sedangkan ia memiliki kekurangan-kekurangan tersebut?

Senin, 17 Januari 2011

Jual Remot TV Universal murah



Merk Chunshin RC-106E PLUS

* 100% brand new and high quality
* Universal TV remote function: On/off, volume, channel, mute, numerical AV
* Berfungsi untuk semua TV baik TV jepang, china dll
* The Universal TV Remote Control works worldwide on most televisions
* Powered by 2 (two) AA A Baterry (included)

Pemakaian sangat mudah,, KAMI JAMIN!!

Harga cuma Rp. 25.000
(harga belum termasuk ongkos kirim)

Bagi yg berminat langsung saja sms di no. 081901729052

Minggu, 28 November 2010

Inilah Warisan Buatku dan Buatmu

Inilah Warisan Buatku dan Buatmu

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Mungkin diantara kita banyak yang sudah rajin mengaji, mempelajari agama. Namun tak jarang pula dari yang sekian banyak itu mengalami sindrom future/malas di tengah menuntut ilmu.

Maka untuk mengingatkan diriku dan dirimu wahai saudaraku, aku nukilkan kisah berikut sebagai renungan dan motivasi.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ : أَنَّهُ مَرَّ بِسُوْقِ الْمَدِيْنَةِ فَوَقَفَ عَلَيْهَا فَقَالَ يَا أَهْلَ السُّوْقِ مَا أَعْجِزْكُمْ ؟ قَالُوْا وَمَا ذَاكَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ؟ قَالَ ذَاكَ مِيْرَاثُ رَسُوْلِ اللهِ يَقْسِمُ وَأَنْتُمْ هَا هُنَا لَا تَذَهَبُوْنَ ؟ فَتَأْخُذُوْنَ نَصِيْبَكُمْ مِنْهُ. قَالُوْا وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فِيْ الْمَسْجِدِ فَخَرَجُوْا سُرَاعًا إِلَى الْمَسْجِدِ وَوَقَفَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ لَهُمْ حَتَّى رَجِعُوْا. فَقَالَ لَهُمْ مَا لَكُمْ ؟ قَالُوْا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَقَدْ أَتَيْنَا الْمَسْجِدِ فَدَخَلْنَا فَلَمْ نَرَ فِيْهِ شَيْئًا يَقْسِمُ. فَقَالَ لَهُمْ أَبُوْ هُرَيْرَةَ أَمَا رَأَيْتُمْ فِيْ الْمَسْجِدِ أَحَدًا ؟ قَالُوا بَلَى, رَأَيْنَا قَوْمًا يُصَلُّونَ وَقَوْمًا يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ وَقَوْمًا يَتَذَاكَرُوْنَ الْحَلَالَ وَالْحَرَامَ. فَقَالَ لَهُمْ أَبُوْ هُرَيْرَةَ وَيَحْكُمُ, فَذَاكَ مِيْرَاث….

Dari Sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Sesungguhnya dia (Abu Huroiroh) pernah melewati sebuah pasar di Madinah, kemudian dia berhenti dan berkata, “Wahai para orang-orang yang ada di pasar…apa gerangan yang membuat kalian malas/lemah?” Maka orang –orang yang ada di pasar mengatakan, “Melemahkan atas apa wahai Abu Huroiroh?” Maka Abu Huroiroh mengatakan, “Mengapa kalian lemah/malas mengambil warisan Rosulullah, warisan beliau saat ini sedang dibagi-bagikan namun kalian malah tidak pergi mengambilnya? Ambillah bagian kalian..Kemudian mereka mengatakan, “Dimana pembagian warisan itu wahai Abu Huroiroh?” Abu Huroiroh pun mengatakan, “Di masjid”. Maka merekapun menuju masjid dengan langakah yang cepat sedangkan Abu Huroiroh tetap berada di tempatnya sampai kemudian mereka kembali ke Abu Huroiroh. Abu Huroirohpun mengatakan, “Kenapa kalian (kok kembali lagipent.)?” Mereka mengatakan, “Wahai Abu Huroiroh sungguh kami telah mendatangi masjid, kamipun telah masuk namun kami tidak melihat suatu apapun yang dibagikan”. Abu Huroiroh mengatakan, “Apakan kalian tidak melihat seorangpun di masjid?” Mereka mengatakan, “Tentu kami melihat ada orang di masjid, ada sekelompok orang-orang yang sedang sholat, ada kelompok yang sedang membaca Al Qur’an, ada sekelompok lainnya memebicarakan hukum tentang halal dan haram (mengkaji hukum-hukum fiqh)”. Maka Abu Huroiroh mengatakan, “Betapa kasihannya kalian, itulah warisan Rosulullah shollallahu ‘alaihi was sallam”[1].

Mudah-Mudahan kita bisa mengambil faidah dari kisah di atas.

Ketika dinginnya subuh menyelimuti sekitarku,

Aditya Budiman bin Usman

24 November 2010 M.
http://alhijroh.net/adab-akhlak/inilah-warisan-buatku-dan-buatmu/

Kamis, 25 November 2010

Kumpulan Skripsi/Tesis Lengkap Termurah Mulai Rp 100 ribu (Gratis Ongkir)

Jual Skripsi Per Jurusan Hanya Rp 50.000 dan Tesis Per Jurusan Hanya Rp 100.000 (GRATIS Ongkos Kirim)


Skripsi/Tesis Full (Bab 1 – 5 )+ Free Ongkos Kirim (Paket CD)

  • Skripsi lengkap Akuntansi (219 skripsi)
  • Skripsi lengkap Bahasa Sastra Inggris (78 skripsi)
  • Skripsi lengkap Ekonomi-Ekonomi Islam (183 skripsi)
  • Skripsi lengkap Elektro (76 skripsi)
  • Skripsi lengkap Hukum (126 skripsi)
  • Skripsi lengkap Kesehatan Masyarakat (108 skripsi)
  • Skripsi lengkap Manajemen (109 skripsi)
  • Skripsi lengkap Olahraga (67 skripsi)
  • Skripsi lengkap PGKSD/PGSD (125 skripsi)
  • Skripsi lengkap Sejarah (57 skripsi)
  • Skripsi lengkap Statistika (68 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Bahasa Inggris (104 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Bahasa Indonesia (58 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Biologi (52 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Ekonomi (88 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Matematika (237 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Olahraga (164 skripsi)
  • Skripsi lengkap PPKN (65 skripsi)
  • Skripsi lengkap Psikologi (60 skripsi)
  • Skripsi lengkap Teknik Mesin (121 skripsi)
  • Skripsi lengkap Tata Boga dan Tata Busana (82 skripsi)
  • Skripsi lengkap Tarbiyah (pai-manajemen pendidikan) (81 skripsi)
  • Skripsi lengkap Teknik Informatika (TI) (ilmu komputer-manajemen informatika-sistem informasi) (145 skripsi)
  • Tesis lengkap Manajemen (Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran) (156 tesis)

Tiap Jurusan Berisi di atas 50 skripsi/tesis komplet Bab 1-5.

HARGA PER JURUSAN HANYA RP. 50.000,- (untuk SKRIPSI) dan RP 100.000,- (untuk TESIS) (GRATIS ONGKOS Kirim)

PEMBAYARAN BISA MELALUI
Transfer Rekening MANDIRI

CARA PESAN
SMS ke 081901729052 atau lewat email maw_simpleboy@yahoo.co.id

Pesanan langsung dikirim setelah dana transfer diterima. Pengiriman Menggunakan TIKIJNE/ TIKI/ PT POS INDONESIA

Perhatian: skripsi di sini hanya dimaksudkan sebagai bahan referensi.

Koleksi laen yang masih disimpen karena belum sampe minimal 50 buah
SKRIPSI
1. Skripsi lengkap Arsitektur
2. Skripsi lengkap Bahasa Indonesia
3. Skripsi lengkap Bahasa Jawa
4. Skripsi lengkap Bahasa Jepang
5. Skripsi lengkap Bahasa Perancis
6. Skripsi lengkap Biologi
7. Skripsi lengkap Bimbingan Konseling
8. Skripsi lengkap Fisika
9. Skripsi lengkap Geografi
10. Skripsi lengkap Kimia
11. Skripsi lengkap Kurikulum Teknologi Pendidikan
12. Skripsi lengkap Matematika
13. Skripsi lengkap PGTK
14. Skripsi lengkap Pendidikan Luar Sekolah
15. Skripsi lengkap Psikologi
16. Skripsi lengkap Seni drama tari musik
17. Skripsi lengkap Sosiologi Antropologi
18. Skripsi lengkap Pendidikan Bahasa Jawa
19. Skripsi lengkap Pendidikan Biologi
20. Skripsi lengkap Pendidikan Fisika
21. Skripsi lengkap Pendidikan Kimia
22. Skripsi lengkap Pendidikan Teknik Elektro
23. Skripsi lengkap Teknik Sipil
24. Skripsi lengkap Teknik Informatika (TI)
25. Dan laen-laen

TESIS
26. Tesis lengkap Administrasi Publik
27. Akuntansi
28. Biologi
29. Farmasi
30. Studi Islam
31. Kedokteran
32. Fisika
33. Matematika
34. Kesehtan Masyarakat
35. Kesehatan
36. Studi Pembangunan
37. Penyuluhan Pembangunan
38. Pengelolaaan SDA
39. Kenotariatan
40. Hukum
41. Biomedik
42. Kimia
43. Manajemen
44. Agronomi
45. Teknik Industri
46. Teknik Kimia'
47. Teknik Mesin

DISERTASI
46. Ekonomi
47. Teknik Sipil

Tapi tetep bisa pesen dulu. Begitu koleksi sampai minimum 50 skripsi, langsung saya hubungi.

Pesan Sekarang!

SMS ke 081901729052 atau email ke: maw_simpleboy@yahoo.com




Kamis, 04 November 2010

Takutmu Akan Berbuah Kasih Sayang

egala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.
Alhamdulillah tertutur dari penulis, ini merupakan artikel baru setelah sekian lama blog ini agak vacum karena terlahang masalah akademik diperkuliahan. Namun alhamdulillah urusan tersebut sudah bisa terlaksana.
Pembaca sekalian –semoga Allah merahmati kita semua-, sudah menjadi sebuah hal yang sering kita temui dalam ayat-ayat Al Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengakhiri ayat-ayatNya dengan nama dan shifatNya yang mulia. Maka sudah barang tentulah hal ini mengandung hikmah yang amat sangat dari Dzat Yang Maha Hikmah untuk kita tadabburi. Diantaranya adalah dalam firman Allah 'Azza wa Jalla dalam sebuah surat yang amat populer di negri kita ini yaitu surat Yaasiin,
إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang khosyah kepada Dzat Yang Maha Rohmah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. ". (QS : Yaasiin [36] : 11).
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengaitkan shifat hamba yang khosyah kepadaNya dengan salah satu nama Allah yang mulia yaitu Ar Rohman. Khosyah secara bahasa arab berarti takut. Namun Allah 'Azza wa Jalla membedakan antara khouf dan khosyah yang secara bahasa artinya sama-sama takut, dalam firmanNya,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang berilmu/ulama’ dari hamba Allah yang takut kepadaNya ”.(QS. Fathir [35] : 28).
Allah menyatakan bahwa hanya orang-orang yang berilmu/ulama’ yang memiliki shifat khosyah kepada Allah. Maka hal ini menunjukkan bahwa khosyah adalah rasa takut hamba yang disebabkan ilmunya terhadap hal yang ditakuti.
Jika hal di atas telah kita pahami maka kita kembali ke ayat Allah di surat Yaasiin ayat 11. Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah mengatakan dalam tafsir beliau untuk surat yaasiin (yang hakikatnya adalah Syarh Beliau untuk surat Yaasiin Tafsir Jalalain),
“Allah Subhanahu wa Ta'ala memilih nama Ar Rohman untuk ayat ini dan bukan lafadz jalalah Allah (salah satu hikmahnya adalah) karena manusia yang khosyah kepada Allah mereka takut kepada Allah karena di dasari ilmu. Maka Allah membuat orang yang khosyah kepadaNya tenang karena sesungguhnya Dzat yang mereka takuti/ khosyah kepadaNya adalah Dzat Yang Maha Rohmah. Sehingga semakin besar rasa khosyah/takut mereka kepada Allah maka semakin besar juga rohmah/sayang Allah kepada mereka. Hal ini karena Allah adalah Dzat yang jika manusia khosyah/takut padaNya maka Allah akan merahmati mereka” .
Sehingga orang yang benar-benar khosyah kepada Allah pasti akan melaksanakan perintah Allah semaksimal kemampuannya dan akan menjauhi semua larangan Allah. Maka ketika dia melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, hendaklah ia tanamkan dalam hatinya sekuat-kuatnya bahwa perintah yang perintahkan hambaNya untuk melaksanakannya dan larangan yang Allah larang hambaNya darinya, salah satu sebabnya adalah karena rohmah dan kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya.
Allahu a’lam, mudah-mudahan hal ini bisa menjadi renungan yang berbuah amal bagi penulis dan pembaca sekalian.

26 Dzul Qo’dah 1431 H/03 Novemver 2010
Al Faqiir ilaa Maghfiroti Robbih,
Aditya Budiman bin Usman

http://alhijroh.net/aqidah/takutmu-akan-berbuah-kasih-sayang/