Motto Santri :

Utlubul Ilma Minal Mahdi Ilallahdi

Minggu, 06 Maret 2011

Obeng Kecil Murah Serba Guna Set 31 In 1

obeng serba guna ini memaksimal kerja anda untuk membuka dan mengeluarkan baut. bentuknya yang kecil sangat praktis di gunakan.






harga cuma Rp. 25000 saja
( belum termasuk ongkir )

pemesanan & pembelian bisa langsung sms di 081901729052

Minggu, 20 Februari 2011

Goresan Pesan Untuk Pembela Kebenaran

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah. Amma ba’du.

Istilah dakwah salafiyah sudah tidak asing lagi di telinga kita. Suka atau tidak suka semua kelompok -kecuali Syi’ah dan bala tentaranya- pada akhirnya tentu akan sepakat jika kita ajak untuk mengikuti para sahabat secara umum, walaupun dalam prakteknya mereka banyak menyelisihi generasi terbaik tersebut. Mereka -secara umum- bahkan mengklaim apa yang mereka yakini sebagai pemahaman para Sahabat, walaupun klaim mereka tidak dilandasi dengan bukti yang memadai. Yang memprihatinkan adalah, tatkala terbukti secara ilmiah bahwa apa yang mereka yakini atau amalkan ternyata bertentangan dengan pemahaman Sahabat mulailah muncul sikap permusuhan dan aksi penolakan. Terkadang penolakan itu sekedar dipendam di dalam hati, terkadang diucapkan dengan lisan, dan tidak jarang berakhir dengan peperangan, Allahul musta’an…

Saudaraku, sesungguhnya penisbatan kepada salafus shalih adalah penisbatan yang mulia dan terpuji, bukan perkara yang tercela sama sekali. Hal itu berulang kali kita dengar dari nukilan para ulama, di antaranya Syaikhul Islam Abul Abbas al-Harrani rahimahullah. Namun, yang menjadi persoalan sekarang ini adalah tatkala penisbatan ini dirancukan dengan sikap golongan atau kelompok tertentu yang mempersempit makna salafiyah. Kita memang tidak ingin memasukkan perusak dakwah ke dalam jajaran Salafi. Demikian pula sebaliknya. Kita juga tidak ingin menjatuhkan orang-orang yang masih bisa diperhitungkan perannya dalam dakwah yang agung ini dari kedudukan yang semestinya.

Oleh sebab itu wahai saudaraku, sudah semestinya kita bisa bersikap bijak dan adil dalam menilai dan bersikap, baik kepada diri kita sendiri ataupun kepada orang lain; yang mungkin kita anggap berseberangan dengan kita dalam banyak hal. Perhatikanlah bagaimana para Sahabat -teladan kita semua- dalam menilai diri mereka sendiri dan dalam memposisikan orang lain sebagaimana mestinya. Kita masih ingat, penuturan Ibnu Abi Mulaikah yang sangat masyhur dan dikutip oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ternyata mereka semuanya khawatir dirinya terjangkit kemunafikan.” Ini adalah salah satu bukti kerendahan hati para Sahabat bersama dengan segala kebesaran yang mereka miliki. Amat jauh dengan keadaan sebagian kita pada hari ini, yang terkadang -secara tak terasa- telah menobatkan diri sendiri sebagai juru bicara kafilah dakwah yang mulia ini; sehingga siapapun yang berseberangan dengannya dianggap sebagai musuh dakwah salafiyah, laa haula wa laa quwwata illa billah!

Dari situlah, alangkah tepat apa yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah tatkala menggambarkan sosok manusia yang bijak. Beliau menjelaskan, “Orang yang paling bijak itu adalah yang menjadikan keluhannya kepada Allah -atas musibah/cobaan yang menimpanya- dikarenakan kesalahan dirinya sendiri, bukan malah dengan mengambinghitamkan orang lain.” Di satu sisi, seorang Salafi memang dituntut untuk merasa mulia dan bergembira dengan kelurusan manhaj yang telah mereka pilih dan jalani. Akan tetapi, jangan dilupakan pula bahwa salah satu bagian dari kelurusan manhaj ini adalah tidak meremehkan orang lain atau menolak kebenaran yang disampaikan oleh orang atau kelompok lain. Tentu saja kita ingat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa hal itu merupakan bentuk kesombongan.

Memang, kita harus angkat bicara untuk mengoreksi berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh sekte-sekte sesat. Itu merupakan bagian dari nasehat. Bahkan, tidak akan tegak agama ini tanpanya. Namun, sekali lagi kita harus bisa membedakan antara pengusung manhaj dengan manhaj itu sendiri. Kita semua tahu bahwa para Sahabat itu secara individu tidaklah ma’shum, kita tentu saja jauh berada di bawah mereka. Apabila -misalnya- ada salah seorang Sahabat -yang karena ketidaksengajaan darinya atau ketidaktahuan- sedikit melenceng dari Sunnah, kemudian kita tidak mengeluarkannya dari jajaran para Sahabat. Maka demikian pula semestinya, apabila kita melihat ada sebagian saudara kita yang dengan sebab yang sama terjerumus dalam bentuk penyimpangan terhadap sebagian cabang Sunnah tanpa dia sadari. Tentu tidaklah bijak apabila dengan serta merta dan tanpa tabayyun lantas kita pun mencoret namanya dari jajaran pengikut generasi utama; apalagi sampai membid’ahkan atau mengkafirkannya tanpa alasan yang kuat.

Banyak hal yang harus kita ukur dan kaji jika kita hendak menjatuhkan vonis berat semacam itu, apalagi pada hakekatnya itu bukanlah wilayah kewenangan kita para pemula yang mencium aroma pengajian belum berapa lama. Di antara poin paling pokok yang harus kita garis bawahi adalah pondasi keikhlasan. Tidak ada yang mengingkari bahwa poin ini merupakan intisari dari agama Islam yang hanif ini. Inilah standar utama dalam menilai dan menyikapi. Memang, ikhlas adalah amalan hati. Namun, itu bukan berarti keikhlasan itu tidak bisa dideteksi. Seorang yang jujur dengan keikhlasannya tentu akan sangat tidak menyukai ketenaran. Selain itu, seorang yang ikhlas tidak beramal atau berdakwah untuk mengejar target-target duniawi. Inilah sebabnya mengapa para Sahabat senantiasa berusaha mengoreksi dirinya sendiri sebelum jauh berbicara mengenai penyimpangan yang dilakukan oleh orang lain. Kita tentu masih ingat ucapan emas Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, “Seorang mukmin sejati itu selalu memandang dosa-dosanya seakan-akan dia duduk di bawah gunung dan khawatir kalau-kalau gunung itu akan runtuh menjatuhi dirinya. Adapun seorang fajir akan memandang dosa-dosanya hanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya kemudian dia pun menghalaunya dengan begini -upaya yang ringan sekali- (meremehkannya, pen).”

Benar, pembicaraan mengenai sesuai atau tidak dengan Sunnah adalah pembicaraan mengenai cara, bukan niatnya. Akan tetapi ingatlah, bahwa yang kita nilai dengan timbangan syari’at adalah manusia seperti kita; yang sarat dengan kekurangan dan ketidaktahuan. Kita harus memandang mereka tidak hanya dengan kaca mata syari’at, namun juga dengan kaca mata takdir; kaca mata kasih sayang dan belas kasihan. Mungkin hujjah belum sampai kepada mereka, mungkin mereka salah paham, mungkin ada perilaku kita yang justru menjauhkan mereka dari dakwah ini, mungkin… mungkin… Ada banyak sekali kemungkinan yang mengharuskan kita bersikap hati-hati dan tidak sembarangan menjatuhkan vonis sesat kepada sebagian saudara kita yang berbeda pandangan dengan kita. Inilah mungkin yang selama ini jarang kita praktekkan. Kita justru sering mengambil sikap dan tindakan seolah-olah kita adalah manhaj salaf itu sendiri. Sehingga kita tidak pernah mengenal istilah kompromi dan toleransi. Hantam sana-sini tak peduli, toh ini kan bagian dari nasehat, begitu tipu daya setan yang kerap menghampiri telinga kita -yang penuh dengan ‘kotoran’- ini.

Tidakkah kita ingat wahai saudaraku, bagaimana kelembutan dan kebijakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdakwah kepada orang-orang munafik. Padahal, kita juga mengetahui bersama bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diperintahkan oleh Allah untuk berjihad melawan mereka dan bersikap keras kepada mereka. Apakah ini artinya beliau tidak taat atau mengkhianati tugasnya; atau akan kita katakan bahwa beliau bersikap plin-plan, sama sekali tidak! Hal ini justru memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita bahwa terkadang orang yang paling keras permusuhannya kepada kita itulah yang berhak untuk kita perlakukan dengan lemah lembut, bukan dengan sikap keras. Inilah kandungan pesan yang pernah dinasehatkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah kepada segenap penyeru dakwah salafiyah yang mulia ini…

Sederhananya; seorang Salafi memang dituntut untuk membela manhaj yang haq ini selama-lamanya. Namun, di sisi lain dia juga harus mengingat bahwa dirinya -atau gurunya sekalipun- adalah manusia biasa yang berusaha meniti manhaj ini dengan segala keterbatasan yang ada pada dirinya. Dengan kesadaran semacam inilah akan lenyap segala bentuk fanatisme buta… Allahul muwaffiq.


http://abumushlih.com/goresan-pesan-untuk-pembela-kebenaran.html/

Hikmah Menikahi Wanita yang Buta, Bisu, Tuli, dan Lumpuh Sekaligus

Anda tentu mengenal nama Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit, salah seorang ulama besar, dan termasuk salah satu dari imam empat mazhab. Ada kisah menarik, berkaitan dengan beliau, tetapi kisah ini bermula di saat beliau belum lahir.

Pada abad pertama hijiriah, terdapat seorang pemuda yang mengabdikan dirinya untuk menuntut ilmu syar’i, tetapi ia sangat miskin. Suatu hari ketika ia merasa sangat lapar dan tidak mendapatkan sesuatu apapun yang bisa dimakan. Ia berusaha mencari makanan di luar rumahnya. Kemudian, ia berhenti di salah satu kebun yang penuh dengan pepohonan apel, yang salah satu rantingnya menjulur ke jalan. Karena sangat lapar, ia terdorong untuk memakan apel tersebut, apalagi ia merasa perlu untuk mempertahankan raganya. Ia juga berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang melihatnya, disamping ia juga merasa bahwa kebun tersebut tidak akan berkurang dengan sebab satu biji apel saja. Maka, ia beranikan diri untuk memetik satu buah apel dan memakannya hingga rasa laparnya hilang.



Ketika beranjak pulang ke rumah, jiwanya mulai mencacinya. Beginilah contoh kondisi seorang mukmin yang tidak bisa tenang jika telah melakukan pelanggaran. Ia duduk termenung sambil berkata,



“Bagaimana aku bisa memakan buah apel itu padahal itu adalah harta seorang muslim, dan aku belum meminta izin kepadanya?



Akhirnya, pemuda tersebut pergi mencari pemilik kebun itu sampai didapatkkannya. Lalu, ia berkata kepada pemilik kebun,



“Wahai paman, kemarin aku ditimpa rasa lapar yang sangat. Maka, aku memakan satu buah apel dari kebunmu tanpa sepengetahuanmu. Sekarang aku datang kepadamu untuk meminta izin kepadamu.”



Pemilik kebun berkata

“Demi Allah, Aku tidak memaafkanmu. Bahkan, aku akan menggugatmu kelak pada hari kiamat di sisi Allah.”



Mendengar itu, pemuda itu langsung menangis dan memohon kepadanya supaya memperkenankannya, sambil berkata,

”Saya siap untuk bekerja apa saja dengan syarat agr kamu memaafkanku dan menghalalkan apel itu untukku.”

Pemuda itu terus memohon kepada si pemilik kebun, sedangkan pemilik kebun justru semakin bersikukuh, lalu pergi meninggalkannya. Namun, pemuda itu membuntutinya dan tetap memohon maaf kepadanya hingga ia masuk rumah. Pemuda itu menunggu di sisi pintu, memantinya keluar untuk shalat Ashar. Ketika si pemilik kebun keluar rumah untuk suatu urusan, pemuda itu ternyata masih tetap berdiri dengan air mata yang membasahi jenggotnya.



Pemuda itu berkata lagi,

“Wahai pamanku, sungguh aku siap untuk bekerja sebagai petani di kebun ini tanpa diberi upah sepanjang umurku atau apa saja yang kamu inginkan, tetapi dengan syarat Anda memaafkanku."



Pada saat itu, pemilik kebun berpikir sejenak, kemudian berkata,

“Anakku, aku siap untuk memaafkanmu sekarang, tetapi dengan satu syarat.”



Mendengar itu, si pemuda langsung gembira adn wajahnya berseri bahagia. Dia berkata,

”Berikanlah syarat sesukamu wahai pamanku.”

Si pemilik kebun berkata,

”Syaratku adalah supaya Kamu menikahi putriku.”

Pemuda itu terperanjat bukan kepalang mendengar jawaban itu. Dia sama sekali tidak pernah menyangka mendapat syarat ini. Namun, si pemilik kebun melanjutkan perkataannya,

” Akan tetapi, wahai anakku, ketahuilah bahwa putriku buta, tuli, bisu, dan juga lumpuh, tidak pernah berjalan sejak lama. Aku telah mencarikannya seorang suami yang dapat kupercaya untuk melindungi dan mendampinginya dengan segenap kriteria-kriteria yang disebutkannya. Apabila Kamu menyetujuinya, aku akan memaafkanmu.”


Pemuda itu kembali terperanjat bukan kepalang dan merasa mendapat musibah yang kedua kalinya. Dia mulai berpikir bagaimana ia akan hidup dengan ketidaksempurnaan seperti ini, terlebih dia masih berusia belia? Bagaimana istrinya nanti akan melaksanakan urusan-urusannya, menjaga rumah dan memerhatikannya, sedangkan ia memiliki kekurangan-kekurangan tersebut?

Senin, 17 Januari 2011

Jual Remot TV Universal murah



Merk Chunshin RC-106E PLUS

* 100% brand new and high quality
* Universal TV remote function: On/off, volume, channel, mute, numerical AV
* Berfungsi untuk semua TV baik TV jepang, china dll
* The Universal TV Remote Control works worldwide on most televisions
* Powered by 2 (two) AA A Baterry (included)

Pemakaian sangat mudah,, KAMI JAMIN!!

Harga cuma Rp. 25.000
(harga belum termasuk ongkos kirim)

Bagi yg berminat langsung saja sms di no. 081901729052

Minggu, 28 November 2010

Inilah Warisan Buatku dan Buatmu

Inilah Warisan Buatku dan Buatmu

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Mungkin diantara kita banyak yang sudah rajin mengaji, mempelajari agama. Namun tak jarang pula dari yang sekian banyak itu mengalami sindrom future/malas di tengah menuntut ilmu.

Maka untuk mengingatkan diriku dan dirimu wahai saudaraku, aku nukilkan kisah berikut sebagai renungan dan motivasi.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ : أَنَّهُ مَرَّ بِسُوْقِ الْمَدِيْنَةِ فَوَقَفَ عَلَيْهَا فَقَالَ يَا أَهْلَ السُّوْقِ مَا أَعْجِزْكُمْ ؟ قَالُوْا وَمَا ذَاكَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ؟ قَالَ ذَاكَ مِيْرَاثُ رَسُوْلِ اللهِ يَقْسِمُ وَأَنْتُمْ هَا هُنَا لَا تَذَهَبُوْنَ ؟ فَتَأْخُذُوْنَ نَصِيْبَكُمْ مِنْهُ. قَالُوْا وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فِيْ الْمَسْجِدِ فَخَرَجُوْا سُرَاعًا إِلَى الْمَسْجِدِ وَوَقَفَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ لَهُمْ حَتَّى رَجِعُوْا. فَقَالَ لَهُمْ مَا لَكُمْ ؟ قَالُوْا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَقَدْ أَتَيْنَا الْمَسْجِدِ فَدَخَلْنَا فَلَمْ نَرَ فِيْهِ شَيْئًا يَقْسِمُ. فَقَالَ لَهُمْ أَبُوْ هُرَيْرَةَ أَمَا رَأَيْتُمْ فِيْ الْمَسْجِدِ أَحَدًا ؟ قَالُوا بَلَى, رَأَيْنَا قَوْمًا يُصَلُّونَ وَقَوْمًا يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ وَقَوْمًا يَتَذَاكَرُوْنَ الْحَلَالَ وَالْحَرَامَ. فَقَالَ لَهُمْ أَبُوْ هُرَيْرَةَ وَيَحْكُمُ, فَذَاكَ مِيْرَاث….

Dari Sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, Sesungguhnya dia (Abu Huroiroh) pernah melewati sebuah pasar di Madinah, kemudian dia berhenti dan berkata, “Wahai para orang-orang yang ada di pasar…apa gerangan yang membuat kalian malas/lemah?” Maka orang –orang yang ada di pasar mengatakan, “Melemahkan atas apa wahai Abu Huroiroh?” Maka Abu Huroiroh mengatakan, “Mengapa kalian lemah/malas mengambil warisan Rosulullah, warisan beliau saat ini sedang dibagi-bagikan namun kalian malah tidak pergi mengambilnya? Ambillah bagian kalian..Kemudian mereka mengatakan, “Dimana pembagian warisan itu wahai Abu Huroiroh?” Abu Huroiroh pun mengatakan, “Di masjid”. Maka merekapun menuju masjid dengan langakah yang cepat sedangkan Abu Huroiroh tetap berada di tempatnya sampai kemudian mereka kembali ke Abu Huroiroh. Abu Huroirohpun mengatakan, “Kenapa kalian (kok kembali lagipent.)?” Mereka mengatakan, “Wahai Abu Huroiroh sungguh kami telah mendatangi masjid, kamipun telah masuk namun kami tidak melihat suatu apapun yang dibagikan”. Abu Huroiroh mengatakan, “Apakan kalian tidak melihat seorangpun di masjid?” Mereka mengatakan, “Tentu kami melihat ada orang di masjid, ada sekelompok orang-orang yang sedang sholat, ada kelompok yang sedang membaca Al Qur’an, ada sekelompok lainnya memebicarakan hukum tentang halal dan haram (mengkaji hukum-hukum fiqh)”. Maka Abu Huroiroh mengatakan, “Betapa kasihannya kalian, itulah warisan Rosulullah shollallahu ‘alaihi was sallam”[1].

Mudah-Mudahan kita bisa mengambil faidah dari kisah di atas.

Ketika dinginnya subuh menyelimuti sekitarku,

Aditya Budiman bin Usman

24 November 2010 M.
http://alhijroh.net/adab-akhlak/inilah-warisan-buatku-dan-buatmu/

Kamis, 25 November 2010

Kumpulan Skripsi/Tesis Lengkap Termurah Mulai Rp 100 ribu (Gratis Ongkir)

Jual Skripsi Per Jurusan Hanya Rp 50.000 dan Tesis Per Jurusan Hanya Rp 100.000 (GRATIS Ongkos Kirim)


Skripsi/Tesis Full (Bab 1 – 5 )+ Free Ongkos Kirim (Paket CD)

  • Skripsi lengkap Akuntansi (219 skripsi)
  • Skripsi lengkap Bahasa Sastra Inggris (78 skripsi)
  • Skripsi lengkap Ekonomi-Ekonomi Islam (183 skripsi)
  • Skripsi lengkap Elektro (76 skripsi)
  • Skripsi lengkap Hukum (126 skripsi)
  • Skripsi lengkap Kesehatan Masyarakat (108 skripsi)
  • Skripsi lengkap Manajemen (109 skripsi)
  • Skripsi lengkap Olahraga (67 skripsi)
  • Skripsi lengkap PGKSD/PGSD (125 skripsi)
  • Skripsi lengkap Sejarah (57 skripsi)
  • Skripsi lengkap Statistika (68 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Bahasa Inggris (104 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Bahasa Indonesia (58 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Biologi (52 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Ekonomi (88 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Matematika (237 skripsi)
  • Skripsi lengkap Pendidikan Olahraga (164 skripsi)
  • Skripsi lengkap PPKN (65 skripsi)
  • Skripsi lengkap Psikologi (60 skripsi)
  • Skripsi lengkap Teknik Mesin (121 skripsi)
  • Skripsi lengkap Tata Boga dan Tata Busana (82 skripsi)
  • Skripsi lengkap Tarbiyah (pai-manajemen pendidikan) (81 skripsi)
  • Skripsi lengkap Teknik Informatika (TI) (ilmu komputer-manajemen informatika-sistem informasi) (145 skripsi)
  • Tesis lengkap Manajemen (Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran) (156 tesis)

Tiap Jurusan Berisi di atas 50 skripsi/tesis komplet Bab 1-5.

HARGA PER JURUSAN HANYA RP. 50.000,- (untuk SKRIPSI) dan RP 100.000,- (untuk TESIS) (GRATIS ONGKOS Kirim)

PEMBAYARAN BISA MELALUI
Transfer Rekening MANDIRI

CARA PESAN
SMS ke 081901729052 atau lewat email maw_simpleboy@yahoo.co.id

Pesanan langsung dikirim setelah dana transfer diterima. Pengiriman Menggunakan TIKIJNE/ TIKI/ PT POS INDONESIA

Perhatian: skripsi di sini hanya dimaksudkan sebagai bahan referensi.

Koleksi laen yang masih disimpen karena belum sampe minimal 50 buah
SKRIPSI
1. Skripsi lengkap Arsitektur
2. Skripsi lengkap Bahasa Indonesia
3. Skripsi lengkap Bahasa Jawa
4. Skripsi lengkap Bahasa Jepang
5. Skripsi lengkap Bahasa Perancis
6. Skripsi lengkap Biologi
7. Skripsi lengkap Bimbingan Konseling
8. Skripsi lengkap Fisika
9. Skripsi lengkap Geografi
10. Skripsi lengkap Kimia
11. Skripsi lengkap Kurikulum Teknologi Pendidikan
12. Skripsi lengkap Matematika
13. Skripsi lengkap PGTK
14. Skripsi lengkap Pendidikan Luar Sekolah
15. Skripsi lengkap Psikologi
16. Skripsi lengkap Seni drama tari musik
17. Skripsi lengkap Sosiologi Antropologi
18. Skripsi lengkap Pendidikan Bahasa Jawa
19. Skripsi lengkap Pendidikan Biologi
20. Skripsi lengkap Pendidikan Fisika
21. Skripsi lengkap Pendidikan Kimia
22. Skripsi lengkap Pendidikan Teknik Elektro
23. Skripsi lengkap Teknik Sipil
24. Skripsi lengkap Teknik Informatika (TI)
25. Dan laen-laen

TESIS
26. Tesis lengkap Administrasi Publik
27. Akuntansi
28. Biologi
29. Farmasi
30. Studi Islam
31. Kedokteran
32. Fisika
33. Matematika
34. Kesehtan Masyarakat
35. Kesehatan
36. Studi Pembangunan
37. Penyuluhan Pembangunan
38. Pengelolaaan SDA
39. Kenotariatan
40. Hukum
41. Biomedik
42. Kimia
43. Manajemen
44. Agronomi
45. Teknik Industri
46. Teknik Kimia'
47. Teknik Mesin

DISERTASI
46. Ekonomi
47. Teknik Sipil

Tapi tetep bisa pesen dulu. Begitu koleksi sampai minimum 50 skripsi, langsung saya hubungi.

Pesan Sekarang!

SMS ke 081901729052 atau email ke: maw_simpleboy@yahoo.com




Kamis, 04 November 2010

Takutmu Akan Berbuah Kasih Sayang

egala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.
Alhamdulillah tertutur dari penulis, ini merupakan artikel baru setelah sekian lama blog ini agak vacum karena terlahang masalah akademik diperkuliahan. Namun alhamdulillah urusan tersebut sudah bisa terlaksana.
Pembaca sekalian –semoga Allah merahmati kita semua-, sudah menjadi sebuah hal yang sering kita temui dalam ayat-ayat Al Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengakhiri ayat-ayatNya dengan nama dan shifatNya yang mulia. Maka sudah barang tentulah hal ini mengandung hikmah yang amat sangat dari Dzat Yang Maha Hikmah untuk kita tadabburi. Diantaranya adalah dalam firman Allah 'Azza wa Jalla dalam sebuah surat yang amat populer di negri kita ini yaitu surat Yaasiin,
إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang khosyah kepada Dzat Yang Maha Rohmah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. ". (QS : Yaasiin [36] : 11).
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengaitkan shifat hamba yang khosyah kepadaNya dengan salah satu nama Allah yang mulia yaitu Ar Rohman. Khosyah secara bahasa arab berarti takut. Namun Allah 'Azza wa Jalla membedakan antara khouf dan khosyah yang secara bahasa artinya sama-sama takut, dalam firmanNya,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang berilmu/ulama’ dari hamba Allah yang takut kepadaNya ”.(QS. Fathir [35] : 28).
Allah menyatakan bahwa hanya orang-orang yang berilmu/ulama’ yang memiliki shifat khosyah kepada Allah. Maka hal ini menunjukkan bahwa khosyah adalah rasa takut hamba yang disebabkan ilmunya terhadap hal yang ditakuti.
Jika hal di atas telah kita pahami maka kita kembali ke ayat Allah di surat Yaasiin ayat 11. Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah mengatakan dalam tafsir beliau untuk surat yaasiin (yang hakikatnya adalah Syarh Beliau untuk surat Yaasiin Tafsir Jalalain),
“Allah Subhanahu wa Ta'ala memilih nama Ar Rohman untuk ayat ini dan bukan lafadz jalalah Allah (salah satu hikmahnya adalah) karena manusia yang khosyah kepada Allah mereka takut kepada Allah karena di dasari ilmu. Maka Allah membuat orang yang khosyah kepadaNya tenang karena sesungguhnya Dzat yang mereka takuti/ khosyah kepadaNya adalah Dzat Yang Maha Rohmah. Sehingga semakin besar rasa khosyah/takut mereka kepada Allah maka semakin besar juga rohmah/sayang Allah kepada mereka. Hal ini karena Allah adalah Dzat yang jika manusia khosyah/takut padaNya maka Allah akan merahmati mereka” .
Sehingga orang yang benar-benar khosyah kepada Allah pasti akan melaksanakan perintah Allah semaksimal kemampuannya dan akan menjauhi semua larangan Allah. Maka ketika dia melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, hendaklah ia tanamkan dalam hatinya sekuat-kuatnya bahwa perintah yang perintahkan hambaNya untuk melaksanakannya dan larangan yang Allah larang hambaNya darinya, salah satu sebabnya adalah karena rohmah dan kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya.
Allahu a’lam, mudah-mudahan hal ini bisa menjadi renungan yang berbuah amal bagi penulis dan pembaca sekalian.

26 Dzul Qo’dah 1431 H/03 Novemver 2010
Al Faqiir ilaa Maghfiroti Robbih,
Aditya Budiman bin Usman

http://alhijroh.net/aqidah/takutmu-akan-berbuah-kasih-sayang/

Sabtu, 23 Oktober 2010

Hukum Memakai Toga untuk Wisuda (Jawaban Syaikh Muhammad Bazmul)

حكم لبس أرواب التخرج

Hukum memakai toga dalam rangka wisuda

سؤال : ما حكم لبس أرواب التخرج في حفل الخريجات ووضع القبعات على الرأس؟

Pertanyaan, “Apa hukum memakai baju toga wisuda dalam acara wisuda dan apa hukum memakai topi wisuda?”

الجواب : الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
أمّا بعد:
فإن وضع القبعات على الرأس على الهيئة التي تصنع عند الاحتفال بتخرج الطلاب ليس من لبس المسلمين، بل من نوع الألبسة التي فيها خصوصية بالكفار، ومعلوم النهي الشديد عن التشبه بهم فيما هو من خصائصهم!

Jawaban Syaikh Muhammad Bazmul, “Topi wisuda sebagaimana yang dipakai dalam berbagai acara wisuda tidaklah termasuk pakaian kaum muslimin bahkan termasuk pakaian khas orang-orang kafir. Telah kita maklumi bersama adanya ancaman keras dalam perbuatan menyerupai orang kafir dalam hal yang menjadi ciri khas mereka.

أخرج التــرمذي بإسناد حسن عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ: “أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَلَا بِالنَّصَارَى فَإِنَّ تَسْلِيمَ الْيَهُودِ الْإِشَارَةُ بِالْأَصَابِعِ وَتَسْلِيمَ النَّصَارَى الْإِشَارَةُ بِالْأَكُفِّ”

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan sanad yang berkualitas hasan dari Abdullah bin Amr bin al ‘Ash, Rasulullah bersabda, “Bukanlah umatku seorang yang menyerupai selain kami (baca:orang kafir). Janganlah kalian menyerupai Yahudi ataupun Nasrani karena sesungguhnya salam orang Yahudi itu berupa isyarat jari sedangkan salam orang Nasrani itu berupa isyarat telapak tangan”.

وأخرج أبـوداود في سننه في كتاب اللباس بإسناد حسن عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ”.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang berkualitas hasan dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka”.

وهذه النصوص كافية في بيان التحريم الشديد للتشبه بالكفار.

Dalil-dalil di atas sudah cukup untuk menunjukkan betapa haramnya perbuatan menyerupai orang kafir.

وكذا تخصيص لبس الأرواب عند الاحتفال بالتخرج ليس هو من شأن المسلمين بل من شأن الكفار ـ فيما يظهر لي والله اعلم ـ فلا يجوز تخصيصه باللبس.

Demikian pula, mengkhususkan baju toga untuk acara wisuda bukanlah perilaku kaum muslimin, namun perilaku orang-orang kafir. Demikianlah pendapat kami. Oleh karena itu tidak boleh mengkhususkan pakaian toga untuk acara wisuda.

نعم لا بأس ـ إن شاء الله تعالى ـ من إظهار الفرح بالتخرج والاحتفال بذلك، لأنه من باب العادات والأصل فيها الإباحة،

Memang, tidaklah mengapa, insya Allah, mengekspresikan kegembiraan karena telah lulus atau mengadakan acara wisuda karena acara wisuda itu termasuk perkara non ibadah yang pada asalnya adalah diperbolehkan.

ما لم يقترن بشيء يخرجه عن الإباحة، من ذلك غير ما تقدم من التشبه بالكفار أن يتخذ في وقت معلوم كل سنة، فهذا صار كالعيد، أو يصاحب بعزف موسيقي أوغناء محرم أو بهما وهذا محرم، ونحو ذلك!

Dengan syarat dalam acara wisuda tersebut tidak mengandung hal-hal yang tidak dibolehkan di antaranya:

Pertama, perbuatan menyerupai orang kafir sebagaimana penjelasan di atas.

Kedua, acara wisuda tidak boleh dipatenkan pada waktu tertentu setiap tahunnya sehingga acara ini menjadi ied baru (di tengah-tengah umat Islam).

Ketiga, mengandung suara musik atau nyanyian yang haram apalagi nyanyian yang bercampur dengan alat musik. Tentu saja ini diharamkan.

Keempat, perbuatan-perbuatan haram selainnya.

هذا ما يظهر لي والله اعلم واحكم.
وصلى الله على محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

Demikianlah pendapat pribadi saya. Wallahu a’lam”.

Sumber:

http://uqu.edu.sa/page/ar/101238

Jumat, 22 Oktober 2010

Wasiat Allah

Ada 2 wasiat Allah buat manusia:

1. Wasiat Khusus

Yaitu wasiat Allah yang disampaikan buat anak-anak Ibrahim melalui Nabi Ibrahim A.S.

Sebagaimana firman Allah:

"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam." (QS. 2 : 132)

2. Wasiat Umum

Yaitu wasiat Allah untuk seluruh orang beriman, sebagaimana Firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. 3 : 102)

Dalam 2 wasiat tersebut, Allah mewasiatkan agar kita jangan mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Ayat-ayat ini juga bisa menjawab syubhat yang didengung-dengungkan oleh Kaum Liberal yang menyatakan semua agama sama. Kalo memang sama, kenapa Allah hanya menyuruh kita untuk memeluk agama Islam???

Berikut saya sampaikan 11 Keistimewaan Islam agar kita lebih yakin memeluk agama ini, dan tidak menjual aqidah kita hanya untuk mendapatkan nikmat dunia belaka. Naudzubillahi min dzalik.

1. Lafadz Islam diberikan langsung oleh Allah SWT.

Allah berfirman: "Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam..." (QS. 3 : 19). Hal ini berbeda dengan agama lain yang namanya berdasarkan nama orang, nama tempat, dan nama-nama lainnya yang berhubungan dengan agama itu. Misal Nasrani yang diambil dari nama tempat yaitu Nazareth, Budha berasal dari nama Sidharta Gautama Budha, dan lain sebagainya.

2. Islam menghapus seluruh dosa dan kesalahan bagi orang kafir yang masuk Islam.

Hal ini berdasarkan Firman Allah:

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu : "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu ." (QS. 8 : 38)

3. Islam menjadi sebab terhindar seseorang dari api neraka.

Rasulullah bersabda, "Tidak akan masuk Neraka barang siapa dalam hatinya ada iman walaupun seberat biji sawi." (HR. Muslim).

4. Islam adalah agama dalil.

Pada waktu jaman Rasulullah SAW masih hidup, setiap permasalahan selalu menunggu dalil atau wahyu dari Allah SWT. Islam bukan agama opini, dalam menafsirkan Al-Quran, kita diharuskan menafsirkan berdasarkan pemahaman para Sahabat yang langsung didapat dari Rasulullah SAW.

Diriwayatkan pula dari Jundab, dia berkata, Rasulullah bersabda, "Siapa saja yang berbicara mengenai Al Qur'an dengan pendapatnya sendiri kemudian benar maka ia tetap dianggap salah" (HR Abu Dawud, HR At Tirmidzi)

Apapun yang disampaikan oleh Rasulullah SAW pasti berdasarkan wahyu, karena Allah berfirman:

"Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya." (QS. 69 : 44-46)

5. Islam menghapus agama samawi yang lainnya.

Allah berfirman:

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS. 3 : 85)

6. Hukum Islam berlaku untuk semua lapisan umat.


Ada kisah wanita yang termasuk kaum berada yang mencuri yang tetap mendapat hukuman potong tangan.

Hadis yang diriwayatkan oleh penyusun hadis termasyhur yaitu Muslim, adalah sebagai berikut:

“Bersumber dari Aisyah isteri Nabi Saw, sesungguhnya orang-orang Quraisy dibingungkan oleh masalah seorang wanita Makhzumiyah yang kedapatan mencuri, sekalipun ia mengingkarinya. Mereka memperbincangkan, siapakah yang berani menyampaikan masalah ini kepada Rasulullah.

Dengan serentak mereka mengusulkan, ‘Tidak ada yang berani melakukan itu kecuali Usamah, orang yang dikasihi Rasulullah.’ Maka dibawalah wanita tersebut menghadap Baginda Rasul.

Mendengar permintaan pengecualian hukuman atas wanita itu, wajah Rasulullah berubah memerah. Beliau bersabda, ‘Jadi kamu ingin memintakan syafa’at terhadap salah satu hukum Allah?’ Usamah bin Zaid menjawab, “Maafkan aku wahai Rasulullah’.

Satu sore Rasulullah berdiri dan berpidato. Setelah memanjatkan puja puji kepada Allah sebagaimana mestinya, beliau kemudian bersabda, ‘Syahdan. Sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, manakala di antara mereka ada orang mulia yang mencuri, mereka membiarkannya saja. Tetapi jika orang lemah yang mencuri, maka segera dihukum. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya, sesungguhnya aku apabila mendapati kenyataan Fatimah puteri Muhammad mencuri, maka akan aku potong tangannya’.Kemudian Rasulullah Saw tetap memerintahkan untuk memotong tangan wanita yang mencuri tersebut.

Yunus, ibnu Syihab, Urwah dan Aisyah berkata, ‘Setelah peristiwa itu wanita tadi lalu bertaubat dengan baik dan menikah. Satu hari dia datang menemuiku untuk minta tolong mengajukan hajat permintaannya kepada Rasulullah, dan aku penuhi permintaannya tersebut.’ “

7. Dalam Islam, orang yang khilaf atau lupa tidak dihukum.

Allah berfirman:

"...Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 33 : 5)

8. Islam membahas semua urusan / perkara baik duniawi maupun ukhrowi.

Seluruh urusan dibahas oleh Islam secara detail. Bahkan urusan, maaf, buang air kecil pun juga di atur.

Pernah kaum musyrikin berkata kepada Salman Al Farisi radliallahu anhu: “Nabi kalian telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai pun perkara adab buang hajat”. Salman menjawab: “Ya, beliau mengajarkan kami adab buang hajat”. (HR. Muslim no. 262)

9. Islam saja agama yang sempurna

Allah berfirman:

"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..." (QS. 5 : 3)

10. Islam menghendaki kemudahan dan sesuai dengan kemampuan.

Allah berfirman:

"...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..." (QS. 2 : 185)

11. Islam untuk semua umat.

Allah berfirman:

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. 21 : 107)

Hadits shahih Muslim :

Dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari radiyallahu’anh, ia berkata: Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda: “Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Semua nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada semua manusia yang berkulit merah dan hitam. Dihalalkan bagiku harta rampasan perang yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku. Bumi diciptakan untukku dalam keadaan suci menyucikan dan sebagai mesjid. Barang siapa yang menemui waktu salat, maka salatlah di tempat ia berada. Aku diberi kemenangan dengan membuat takut musuh selama jarak perjalanan satu bulan. Dan aku juga diberi syafaat.“

Wallahu' alam bishawab.

Selasa, 19 Oktober 2010

Kejujuran: Harga Mati yang Harus Dipegang Para Pedagang

“… kebiasaan para pedagang adalah menipu dalam perniagaan, dan amat berambisi untuk menjual barang dagangannya dengan segala cara yang dapat mereka lakukan, diantaranya dengan sumpah palsu dan yang serupa…” (Al-Qadhi ‘Iyadh)

Pembaca mulia, apa yang dikatakan Al-Qadhi ‘Iyadh adalah fakta yang sering kita temui dalam keseharian hidup kita. Orang yang memulai bisnisnya dengan berdagang, akan sangat bernafsu memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Banyak cara yang dilakukannya untuk memuaskan ambisinya tersebut, mulai dengan menghancurkan aset kompetitor sampai meminta bantuan dukun. Namun, cara kotor sangat sering ditemui adalah berdusta.


Pembaca mulia, ketahuilah bahwa dalam Islam diajarkan bahwa kejujuran adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kejujuran harus senantiasa menjadi akhlak kita dalam setiap keadaan. Boleh jadi, sebagian pebisnis beranggapan bahwa sifat kejujuran hanya akan merugikan diri sendiri dan perusahaan yang dikelolanya.

Tidak! Sekali-kali janganlah kita tiru pebisnis semacam itu. Kita adalah seorang muslim yang wajib menjaga prinsip-prinsip Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita. Maka, jika kita melihat para pebisnis yang lain, entah relasi kita atau para kompetitor menghiasi bisnisnya dengan cara-cara dusta, janganlah sampai kita ikut-ikutan cara mereka, tetapi jadikanlah diri kita sebagai penegak keadilan bagi mereka. Ini semata-mata karena kita adalah seorang pebisnis muslim, yang mengamalkan perintah Rabb-Nya yang berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلاَ تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.”
(Q.S. An-Nisa’: 135)


Oleh karena itu, kami berpesan kepada kami sendiri kemudian kepada para pembaca mulia, agar menjaga keistiqomahan kita dalam menjaga prinsip-prinsip ajaran Islam ketika berdagang. Hormati kompetitor kita. Bersainglah dengan cara yang Islami, terhormat dan elegan. Demikian pula, jagalah hak-hak konsumen kita. Hendaklah kita mengingat selalu pesan Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

« إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ ».

“… Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan kelak pada hari kiamat sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertaqwa kepada Allah, berbuat baik, dan berlaku jujur.”
(H.R At-Tirmidzi, no. 1254)


Referensi:
القرآن الكريم
محمد بن عيسى بن سَوْرة بن موسى بن الضحاك، الترمذي، أبو عيسى. سنن الترمذى
Badri, Muhammad Arifin. 1429/2008 M. Sifat Peniagaan Nabi. Cileungsi-Bogor: Pustaka Darul Ilmi.

http://www.kedai-pulsa.com/artikel/kejujuran-pedagang/